Disiplinkan Siswa: “Repetitive Writing”


Bagaimana Mengubah Perilaku Negatif Siswa

Teknik repetitive writing atau penulisan berulang yang dilakukan sejujurnya mudah untuk membuat anda bosan saat melakukannya, namun keuntungannya jauh lebih penting daripada investasi waktu anda. Karena hanyaperlu dilakukan 10 menit untuk setiap hari. Menuliskan harapan kita berulang-ulang akan mempengaruhi secara mendalam pikiran bawah sadar kita.
_An1402Apabila kita membahas tentang teknik penulisan berulang (repetitive writing), maka dalam pikiran kita akan terbayang seorang guru yang memerintahkan muridnya untuk menulis 100 kali “Saya tidak akan berbicara lagi di dalam kelas” untuk mendisiplinkan muridnya. Apa yang dilakukan oleh guru tersebut hampir benar.
Mengapa dikatakan “hampir benar?” Guru tersebut sekilas tampak seperti sedang menanamkan afirmasi pada muridnya, namun seperti kekeliruan yang dilakukan banyak orang dalam menuliskan afirmasi: penyusunan kalimat yang tidak tepat, ia berfokus pada hal yang negatif.
Seperti kita ketahui, pikiran bawah sadar bekerja berdasarkan gambar dan tidak dapat memproses kata negatif seperti ”jangan”, ”tidak”, atau ”tidak dapat”. Ketika murid menuliskan, ”Saya tidak akan berbicara lagi di dalam kelas”, maka pikiran bawah sadarnya membawa gambar tentang dirinya dan berbicara lagi di dalam kelas, dan dia justru mulai menanmkan dengan kuat tingkah laku yang sedang diusahakan untuk diubah.
Maksud baik Sang Guru ternyata justru menenkankan pada tingkah laku yang ingin diubah. Tebaklah apa yang terjadi pada hari berikutnya! Kelas justru akan semakin ribut. Lalu bagaimana cara guru mendisiplinkan muridnya? Menulis berulang ”Saya bersikap tenang di dalam kelas” pasti akan menghasilkan suasana kelas yang jauh berbeda. Maka marilah kita gunakan informasi ini untuk penerapan yang praktis!.
Empat langkah sangat praktis untuk membuat penulisan berulang anda yang dapat anda lakukan adalah sebagai berikut:

Langkah 1. Pilihlah Maksimal 3 Sikap Yang Ingin Anda Ubah
Idealnya, anda memilih dan fokus pada satu saja tingkah laku sampai anda lihat efek dari afirmasi anda menjadi kenyataan. Anda dapat memulai dengan tujuan yang baru. Jika anda ingin mempercepat proses, ambilah tujuan yang sama dengan teknik pikiran Menanamkan Afirmasi lakukan.

Langkah 2. Yakinlah bahwa Anda Telah Menyusun Kalimat dengan Benar
Ini adalah langkah sama yang anda harus gunakan ketika anda ingin menciptakan afirmasi. Anda ingat, Kalimat anda harus bersifat perseorangan atau pribadi, harus kalimat positif dan harus kalimat kondisi saat ini.

Langkah 3. Belilah sebuah Buku Tulis!
Menggunakan buku tulis untuk menuliskan kalimat afirmasi jauh lebih efektif daripada menggunakan lembaran kertas biasa. Letakkan buku ini di suatu tempat yang mudah anda lihat atau jangkau! di Sekolah, misalanya meja kerja anda. Ini mempermudah anda untuk mengingatkan anda, untuk kemudian diberikan kepada siswa yang harus menuliskan kalimat afirmasi sebagai sanksi atau menuliskannya sebagai tugas di rumah.
Langkah 4. Tulislah Tanggal pada Bagian Atas Halaman dan Tuliskan Kalimat Afirmasi Anda Berulang-ulang pada Setiap Baris Sampai Penuh Satu Halaman.
Rata-rata buku tulis memiliki baris antara 25-30 baris. Jumlah baris tersebut sangat cukup. Menuliskan harapan siswa berulang-ulang akan sangat jauh mempengaruhi pikiran bawah sadar siswa.

Selain untuk memberikan sanksi kepada siswa yang melakukan pelanggaran di kelas/sekolah, tindakan afirmatif repetitive writing dapat pula digunakans sebagai ”tool” bagi guru Bimbingan Konseling dalam melaksanakan konselor. Tindakan afirmatif ini bukan hanya untuk sanksi siswa yang melakukan pelanggaran, namun dapat pula digunakan sebagai motivasi bagi setiap siswa secara umum, baik siswa yang memiliki prestasi atau pun yang belum optimal dalam berprestasi.
Bagi siswa model terakhir ini, dapat disarankan untuk melakukannya berulang-ulang setiap hari, bangun tidur atau setiap malam sebelum tidur. Penulisan berulang tersebut, bagi siswa yang sudah ”baik” dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Penulisan kalimat tidak harus dengan menulis satu halaman buku penuh
2. Sarankan, misalnya dua baris dengan kalimat yang memberikan motivasi bagi dirinya
3. Setiap 1-2 hari, kalimat afirmatif tersebut dapat diganti/diubah, misalnya: kalimat yang memotivasi belajar, kalimat yang bijak, motto dan lain-lain.

Sumber: Majalah Guruku, No.6, Juli 09.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s