Sumber-Sumber Kekuatan Anda


Mengimbangkan Sumber-Sumber Kekuatan Anda

Seperti anda dan semua orang tahu, bahwa semakin besar kekuatan kepribadian sesorang atau yang anda kembangkan, semakin menjadi kuat peran anda sebagai seorang karyawan atau pemimpin. Anda akan dapat berkomunikasi lebih baik lagi. Anda akan lebih meyakinkan ketika anda meminta orang lain untuk menerima pandangan/pendapat anda. Kepribadian anda yang lebih kuat akan membantu anda untuk lebih banyak karyawan atau kolega mnjadi pengikut.
Tetapi bukanya selalu karena berapa banyak kekuatan yang anda miliki. Yang lebih penting ialah bagaimana anda menggunakannya. Kuncinya ialah kepekaan terhadap orang lain!. Dan kepekaan dipermudah jika kekuatan kepribadian seimbang dengan kekuatan peran dan kekuatan pengetahuan. Banyak faktor tak tetap (variabelius) yang terlibat di dalamnya.
Seorang pemimpin dengan pengetahuan yang hebat dapat menjadi efektif walaupun hanya memiliki kekuatan kepribadian minimum.
Seorang pemimpin yang mengurangi kekuatan peran dan menggunakan kekuatan pengetahuannya secara maksimal dapat menjadi efektif dengan kekuatan kepribadian yang biasa saja
Seorang pemimpin dengan kekuatan peran yang kecil dan dalam posisi di mana kekuatan pengetahuan tidak begitu penting bergantung kepada kekuatan kepribadiannya.
Secara ringkas, berikut saran-saran untuk memperkuat kekuatan kepribadian anda sebagai pemimpin:
1. Tiap orang mempunyai beberapa segi (seringkali fisik) yang dihargai orang lain. Manfaatkanlah faktor-faktor keunggulan itu!
2. Berusahalah untuk mengembangkan semua sifat mental yang terbaik yang diharapkan dari pemimpin, namun tonjolkan beberapa yang paling pentingbagi anda, sehingga mereka dibicarakan orang dengan cara yang menyenangkan
3. Banggalah akan kepribadian anda dan jangan lupa bahwa mereka yang tidak memancarkan kepribadian mereka secara efektif seringkali terlihat lebih baik oleh orang lain daripada oleh diri mereka sendiri
4. Gunakan ”kekuatan ajaib” dari sikap positif untuk memperkuat kepribadian anda
5. Berhati-hatilah dalam memilih model kepemimpinan yang paling baik

Sebuah Contoh: Memilih Model dan Keputusan Terbaik Yang Tersedia

Bambang menyediakan beberapa bulan pertama setelah promosinya untuk menjadi manajer yang sangat baik. Ia mencoba secara luas dan mengikuti semua seminar yang ada tentang topik-topik yang berhubungan dengan manajemen. Ia menggunakan teknik maupun prinsip. Atasannya sangat senang dengan prestasinya.
Selama waktu ini Bambang menyesuaikan perilakunya dengan seorang manajer yang kebetulan seorang ”mentor”. Lalu terpikir olehnya bahwa para manajer di bagian yang dipimpin oleh mentor tersebut tidak dipromosikan ke dalam peran kepemimpinan. Mengapa begitu?, Setelah berbicara dengan orang lain dan memikirkannya masak-masak, Bambang memuutskan bahwa ”modelnya” tidak menunjukkan cukup ”kepemimpinan”. Ia seorang manajer yang, mantap, namun tidak mengambil risiko-risiko yang perlu utnuk menjadi seorang pemimpin.
Akibatnya, Bambang menukra modelnya. Ia menemukan seorang Aditya Pansyah, yang merupakan pemimpin sekaligus manajer yang kuat. Bambang menjadi lebih ”tampak” dan lebih tegas dalam komunikasinya. Ia menggunakan sumber-sumber kekuatan kepribadiannya. Ketika membicarakanya dengan istrinya, Bambang mengatakan, ”Saya memutuskan bahwa saya harus mulai bertindak seperti seorang pemimpin jika saya menghendaki mobilitas ke atas di masa depan”.
Apakah ini keadaan yang khas dalam organisasi? Apakah para manajer yang sangat baik seringkali dibiarkan dalam peran mereka? Apakah perlu untuk menjadi seorang pemimpin/manajer untuk dapat bergerak ke atas? Pertahankanlah posisi anda di tempat yang disediakan, dengan argumentasi anda, buatlah alasannya :
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Lalu bandingkan jawaban anda dengan jawaban di bawah ini!
Bambang mengadakan perubahan yang cerdik dengan menukar model perannya.
Ada organisasi yang mengembangkan banyak manager yang baik, tetapi hanya mengembangkan sedikit pemimpin. Di perusahaan tersebut, para manajer biasanya lebih lama tetap pada kedudukan mereka yang diterimanya. Di hampir semua organisasi, kepemimpinan merupakan kunci untuk mobilitas ke atas yang lebih besar.

Sumber: Pat Heim, PhD. Dan Elwood N.C., Belajar Memimpin, 1991.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s