Sebuah Pengingat


Berbagai bencana semakin kerap datang dan silih berganti, di berbagai wilayah bumi Indonesia bahkan di belahan dunia yang lainnya. Semakin, kentara bahwa ini adalah bagian yang tidak
bisa kita mengerti bagi orang yang tidak berenung diri (tafakur), sungguh pun demikian, berbahagialah bagi orang-orang yang mau berfikir untuk memahami semua ini, kendati kita tidak tahu rencana-gempa padang 3 rencana besar ”Sang Pencipta”. Bagi orang yang berfikir dan bertafakur, maka inilah saatnya untuk kembali sekaligus meningkatkan penghambaan kita kepada Sang Pencipta.
Bencana dan musibah, layaknya ujian dan cobaan bagi orang-orang yang dekat dengan Sang Pencipta, ia akan tunduk pada isyarat Sang Pencipta … mengapa ini terjadi?. Ketundukan kita bukan hanya pada saat kita sholat, …. jauh melampaui dimensi sholat itu sendiri …. yaitu bagaimana kita ”melaksanakan sholat” setelah ”menggugurkan kewajiban sholat”?
Mohon maaf, tulisan ini sekedar ”mengingatkan” diri saya dan kita semua, untuk kemudaian menyadari betapa kita selama ini masih jauh dari apa yang dikehendaki oleh tuntunan agama kita. Mengapa ….kita semua memiliki jawaban masing-masing. Sejauh ini, kita tidak pernah memaknai ”Nikmat dan Karunia” yang telah kita terima selama ini, sejak di kandungan ibunda kita masing-masing.
Mungkin saja, inilah cara Sang Pencipta mengingatkan kita tentang perjanjian kita dengan-NYA: ”alaistu birobbikum” …..”bala sahidna!”, mungkin inilah perjanjian yang sedang diingatkan oleh Allah SWT kepada kita semua. Untuk menyadarkan diri saya dan saudara-saudara kita seiman, dan sebait kata yang tak berarti ini untuk kita renungkan!

Bukan kebetulan bencana datang
Ia datang karena diundang …
Kepongahan kita …yang mengundang

Bukan semata bencana karena bumi meradang
Ia datang tertuju di sebuah ”padang”
”Padang” kesombongan kita … yang menantang

Bukan hendak binasakan manusia sembarang
Ia datang menjemput, karena ”manusia” lantang menantang
Menantang ….lantang, disepanjang ”iman yang gersang?“

Iman yang gersang, nan kering kerontang …
Hilang di sebuah hiruk pikuk fana … yang centang perentang,
Berbaur kehidupan penuh bathil di sepanjang malam, pagi, siang dan petang!!

Untuk saudara-saudara kita, yang dilanda gempa di Padang dan sekitarnya, saya berdoa semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan, serta dibukakan pintu hidayah. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s