Konflik Peran Pribadi


Konflik Peran Pribadi

Setiap manusia memainkan peran (role) dalam hidupnya. Peran yang dimainkan tersebut tergantung dari keahlian yang dimiliki, tugas dan kewajiban yang harus dikerjakan, pengalaman yang dimiliki dan tindakan yang dilakukan. Ketidakcocokan peran yang dimainkan
oleh manusia dalam kehidupannya akan menyebabkan konflik peran pribadi dan akhirnya berakibat stres dalam dirinya. Luthans (1998), memberikan definisi tentang peran sebagai berikut: “Role is defined as a position that has expectations evolving from established norms”. Peran merupakan suatu posisi atau kedudukan yang dicapai oleh individu dan mereka harus melaksanakannya sesuai dengan norma yang berlaku secara umum dan wajar. Peran adalah: “Role is a set of related task and behavior that an individual or group is expected to perform” (Cook and Husankar, 2003). Dengan demikian, peran merupakan sekumpulan tugas atau kewajiban yang dihubungkan dengan perilaku individu atau kelompok yang diharapkan untuk dapat dilaksanakan.
Setelah kita mengetahui konsep peran, maka yang penting adalah bagaimana kita dapat memainkan peran yang kita miliki itu dengan baik. Tujuannya adalah agar peran yang kita mainkan itu sesuai dengan keinginan dan kehendak dari dalam diri kita. Pendapat dari ahli mengenai konflik peran pribadi dikemukakan oleh Altman, sebagai berikut: “Person role’s conflict is emotional conflict arising competing demands are made on an individual in the fulfillment of his or her multiple social roles in relationship with hi s/her jobs” (Altman, 1985). Dari definisi tersebut bahwa konflik peran pribadi dapat juga terjadi karena seseorang memainkan peran ganda dalam kehidupannya, sehingga terjadi pertentangan antara satu peran dengan peran yang lainnya.
Konflik peran pribadi dikemukakan Dubinsky dan Matsson (1990) : “Person role’s conflict is incompatibility of enactment of two or more different roles that one person can enact at a certain time or place. The role conflict can be short duration, tied to a certain situation, or long lived. An example of role conflict would he a husband and father who is Chi ef of Police. If a tornado strikes the small town he is living in, the man has to decide if he should go and he with his family and fulfill the role of being a good husband and father or remain and fulfill the duties of a “good” Chief of Police because the whole towns needs his expertise”. Dari definisi tersebut, menyatakan bahwa konflik peran pribadi itu dapat terjadi karena ktidakcocokan peran yang dimainkan oleh setiap individu.
Konflik peran pribadi terjadi karena adanya gangguan atau penyimpangan antara harapan dan nilai pribadi yang dimiliki oleh karyawan di tempat mereka bekerja. Pendapat lain juga mengatakan: “Person role’s conflict exists when the behavioral expectations of the role holder and/or those of others in the role set do not agree”. Konflik peran pribadi juga terjadi pada saat seseorang memainkan peran yang tidak sesuai dengan keinginan atau cita-citanya. Kats and Kahn (1980), menyatakan konflik peran pribadi yaitu: “Person role’s of conflicts can be defined as a situation in which the priorities of one system conflict with the priorities of the other systems”. Konflik tersebut dipacu karena sistem yang tidak berkorelasi antara satu dengan lainnya sehingga memicu terjadinya konflik.
Dengan demikian, dapatlah kita jelaskan bahwa konflik peran dapat terjadi pada setiap individu, bilamana setiap individu memiliki dua peran dan memainkan perannya secara konsisten. Ada beberapa elemen dari konflik peran pribadi, yaitu :
1. Konflik yang terjadi karena adanya perbedaan persepsi antara individu yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan tipe kepribadian extrovert, perbedaan persepsi antara individu inilah yang menyebabkan konflik dalam diri seseorang terjadi, konflik ini disebut dengan istilah intersender conflict;
2. Konflik yang terjadi dalam diri seseorang yang bekerja dalam suatu perusahaan, dimana seseorang diberikan tugas atau pekerjaan yang berada di luar wewenang dan tanggung jawabnya, sehingga seseorang tersebut mengalami konflik dalam dirinya. Konflik ini disebut dengan istilah intrasender conflict;
3. Konflik juga terjadi dalam diri seseorang yang bekerja dalam suatu perusahaan karena peran, tugas, wewenang dan tanggung jawab yang diterimanya dalam perusahaan itu tidak sesuai dengan keinginan serta minatnya, sehingga seseorang tersebut mengalami konflik peran pribadi. Konflik ini disebut dengan istilah person role’s conflict;
4. Konflik lain terjadi dalam diri seseorang karena terjadinya persaingan sesama karyawan yang bekerja dalam suatu perusahaan, kompetisi itu berlangsung secara tidak sehat, sehingga seseorang yang tidak tahan akan persaingan yang tidak sehat itu akan mengalami konflik dalam dirinya. Konflik ini disebut dengan istilah interrole conflict.

Konflik dan Produktivitas Kerja

Peranan manusia menjadi penting, ketika berada dalam suatu organisasi. Mereka dibutuhkan untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menjadi tujuan organisasi tersebut. Namun, ketika seseorang atau beberapa karyawan memperoleh peran sering muncul ketidakpuasan atas peran yang diberikan oleh organisasi kepada seseorang ataupun ketika orang lain mendapatkan peran, yang menurutnya orang tersebut “tidak layak” mendapatkannya. Munculnya konflik di dalam organisasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan konflik peran adalah salah satu faktor yang dapat menurunkan performansi seseorang dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan di organisasi tersebut. Hubungan konflik peran pribadi dan performansi dari seseorang dapat digambarkan dalam kurva berikut ini.
Kurva Konflik
Konflik yang tinggi menyebabkan performansi seseorang menjadi semakin rendah, sebaliknya semakin rendah konflik yang terjadi menyebabkan performansi seseorang akan menjadi lebih baik.Pada keadaan konflik yang tinggi (ekstrem), maka pimpinan atau manajemen perlu memberikan stimulus pemecahan atau pendekatan konflik secara tepat, ada beberapa metode dalam melakukan pendekatan konflik. Pada wilayah mana konflik peran pribadi dapat dikelola untuk dapat memunculkan performansi optimal bagi seseorang. Butuh manajemen konflik secara tepat dalam mengelola konflik peran pribadi yang ada di dalam organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer.

Sumber: Ditulis dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s