Model LMX Dalam Kepemimpinan Kepsek


Model LMX Dalam Kepemimpinan Kepala Sekolah

Model kepemimpinan Leader Members Exchange (LMX), telah banyak digunakan oleh para manajer di sebuah perusahaan. Model LMX yaitu sebuah model kepemimpinan yang penerapannya menitikberatkan pada kualitas bawahan untuk melakukan pekerjaannya, antusiasme pimpinan untuk memberikan bantuan kepada bawahan manakala mereka memerlukannya dan tingkat kepercayaan yang tinggi dari pimpinan terhadap bawahannya.
Model ini dalam penerapannya menggunakan dua blok yang disebut sebagai in-group dan out-group. Pada blok in-group, pimpinan menerapkan gaya yang mengarah Consideration, sedangkan terhadap out-group diterapkan gaya yang mengarah Task Oriented.
Dalam model MLX, kepemimpinan menerapkan pola partenalistik, dimana seorang pemimpin digambarkan sebagai seorang ayah terhadap anak-anaknya, yaitu pemimpin melindungi, penyokong dari karir bawahannya. Dalam dunia pendidikan, hal tersebut sudah tidak asing lagi, yang dikenal dengan “ing ngarso sung tuludo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”
Peningkatan kesempatan untuk mengajukan pendapat menunjukkan meningkatnya persepsi utama dalam menilai kejujuran, kepemimpinan dan kemampuan pemimpin. Dengan demikian, jika pimpinan tidak adil dalam proses kepemimpinanya, maka kepemimpinanya menjadi tidak efektif, karena akan ditolak kewibawaannya sebagai pemimpin. Dalam hal keadilaan “prosedural”, merupakan titik tolak pengembangan dari hubungan LMX yang adil.

Bagaimana Menerapkan Model LMX, dalam kepemimpinan Kepala Sekolah

Kepala Sekolah sebagai pemimpin, dapat menerapkan model kepemimpinan ini untuk mengembangkan komitmen, dan kepuasan kerja para guru.
Untuk membangun kinerja yang optimal dari seluruh guru dan pegawai (Tata Usaha), Kepala Sekolah dapat mengembangkan kepemimpinannya dengan model LMX yang sudah dijelaskan secara singkat tentang Kepemimpinan LMX.
LMX Kepsek

1. Langkah awal dari transformasi kepemimpinan adalah modal dasar kepemimpinan Kepala Sekolah, pemahaman tentang model LMX sangat dibutuhkan dan dihayati untuk kemudian dilaksanakan.

2. Pelaksanaan kepemimpinan ini dengan dua strategi penting yaitu : Pembinaan SDM dan Peningkatan Kualitias Pelayanan.
a.Pembinaan SDM Guru
Pembinaan SDM guru, sangat penting untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai, yaitu kinerja yang optimal. Pembinaan guru, melingkupi aspek-aspek : pemberdayaan (empowerment), pelatihan/diklat, seminar, pendidikan ke jenjang lebih tinggi, menghidupkan peran guru dalam MGMP, menghidupkan guru mata pelajaran sejenis, dan lain-lain. Melalui aspek pembinaan ini diharapkan akan memberikan dorongan bagi para guru untuk semangat dalam bekerja (mengajar)
b. Peningkatan Kualitas Pelayanan
Peningkatan pelayanan difokuskan pada performance pegawai yang melayani berbagai kebutuhan internal sekolah dan eksternal. Kebutuhan internal, berkaitan dengan pelayanan kebutuhan guru akan sarana kerja (mengajar), promosi/karir jabatan guru, kebutuhan siswa tentang informasi kemajuan pendidikannya. Sedangkan, kebutuhan eksternal pelayanan difokuskan untuk melayani orang tua murid dan masyarakat, peran ini dapat dimainkan oleh staf, guru BK dan tata usaha.

3. Tiga Sasaran Pokok
Tahap selanjutnya, dari dua strategi tersebut kemudian dilanjutkan dengan menentukan 3 sasaran pokok, yaitu : ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani. Ketiga aspek atau strategi ini dapat dijelaskan secara ringkas saja, sebab diyakini semua pendidikan sudah memahami ketiga kalimat tersebut. Di depan guru berperan sebagai teladan, di tengah guru berperan dan berkarya (memberikan karya-karya nyata/contoh), dan dibelakang guru berperan sebagai pendorong semangat cita-cita dan harapan para siswa. Tentu saja dalam prakteknya, ketiga tataran ini dapat diwujudkan dalam banyak aspek, misalnya: guru memiliki disiplin dalam mengajar, melaksanakan proses pembelajaran yang baik dari waktu ke waktu, memahami kebutuhan-kebutuhan pendidikan siswa, mendorong kreatifitas dan idealisme siswa, dan lain-lain.

4.Sukses
Kesuksesan perlu menjadi suatu ancangan pimpinan dalam menerapkan model LMX, ada empat ancangan keinginan untuk sukses, yaitu: sukses dalam melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), sukses memberikan pelayanan kepada siswa, dan orang tua siswa, masyarakat dan sekalgus pimpinan sukses dalam melayanai kebutuhan bawahan, kesuksesan dalam membangun kualitas SDM guru, dan sukses dalam kaderisasi guru-guru yang meniti karir atau promosi jabatan yang lebih tinggi melalui jalur-jalur yang ada misalnya guru berprestasi, guru teladan, promosi bea siswa belajar, dan lain-lain.

Seluruh ancangan dan penerapan model kepemimpinan tersebut, haruslah dilakukan dengan menjunjung tinggi rasa keadilan atau menerapkan aspek keadilan organisasi. Sebab, menjadi sangat tidak berarti apabila aspek keadilan organisasi tidak ditegakkan oleh Kepala Sekolah sebagai seorang pimpinan. Apabila keadilan organisasi ini ditegakkan, maka akan dapat membuahkan kepuasan dalam bekerja bagi para guru dan pegawai, yang pada akhirnya seluruh guru memiliki komitmen yang tinggi, yaitu guru memiliki kecintaan terhadap sekolah (tidak bersifat acuh), dan membangkitkan tanggung jawab guru atas apa yang menjadi tugas dan pekerjaannya, dan lain-lain.
Kondisi dan situasi saat ini, sebenarnya sangat menunjang untuk melakukan berbagai upaya peningkatan kinerja guru yang dilakukan oleh pimpinan. Sebab, dari sisi kompensasi dan gaji, guru tidak dipandang lagi sebagai warga PNS kelas nomor sekian. Khususnya guru-guru di Wilayah DKI Jakarta. Oleh karena itu, aspek manajemen kompensasi dan gaji sudah bukan merupakan variabel hambatan bagi guru untuk melakukan peningkatan kualitasnya. Dominasi pengungkit kualitas kinerja guru saat ini bertumpu pada Kepala Sekolah.

Sumber Inspirasi Tulisan:
1. Hermawan Kartajaya, The Bridging to The Network Company, 1999
2. Trisno Prabowo, Media Riset Bisnis & Manajemen, Vol 5 No.2 Agst 05

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s