Penyelesaian Konflik


Pendekatan Pemecahan Konflik

Seperti kita ketahui, konflik tidak dapat dihindari atau dihilangkan. Karena hal ini berkaitan dengan berbagai faktor ekstrenal maupun internal seseorang (karyawan). Oleh karena itu, maka konflik yang ada atau yang timbul diperlukan suatu penyelesaiannya. Sebab, jika tidak dapat diselesaikan maka konflik belum berhenti. Menurut Kadir (2006), menyatakan bahwa : setidaknya ada dua cara mengendalikan konflik, yaitu dengan cara solusi atau dengan cara stimulasi. Pertama, mengendalikan konflik melalui solusi karena sudah disadari bahwa tidak mungkin menghilangkan konflik, maka para manajer harus menghadapi kenyataan itu dan mengendalikannya agar dapat diselesaikan atau setidaknya tujuan organisasi secara keseluruhan tidak terganggu. Kedua menyelesaikan konflik melalui stimulasi. Pembahasan sampai saat ini menyatakan bahwa konflik itu dapat bermanfaat dalam menciptakan adanya perubahan organisasi atau perusahaan.
Ada beberapa cara menyelesaikan konflik, yang menurut Kadir (2006 : 293), dijelaskan sebagai berikut :
(1) Pemecahan Persoalan (problem solving). Metode ini disebut juga sebagai metode konfrontasi, karena pemecahan konflik dilakukan dengan cara tatap muka dari kelompok yang saling bertentangan. Tujuan pertemuan adalah mengindentifikasi, memecahkan dan menyelesaikan persoalan.
(2) Tujuan Super Ordinat (super ordinate goals), tujuan bersama yang dianut dua atau lebih kelompok yang tidak dapat dicapai tanpa kerja sama kelompok-kelompok yang terlibat. Dalam kenyataannya, tujuan tingkat tinggi tidak dapat dicapai oleh satu kelompok sendirian atau dengan jalan menggantikan semua tujuan lain dari setiap kelompok yang terlibat dalam konflik.
(3) Perluasan Sumber daya. Seperti telah dikemukakan sebelumnya bahwa terjadinya konflik dapat disebabkan oleh terbatasnya sumber daya. Dengan nalar yang sangat normal, apabila sumber daya ini diperluas maka konflik pun akan hilang. Sumber daya berupa tersedianya posisi struktural (misalnya Direktur atau Presiden Direktur), uang, ruangan, fasilitas dan sebagainya.
(4) Menghindari Konflik. Ini adalah salah satu cara untuk tidak menimbulkan konflik itu sendiri. Tapi, biasanya ini tidak menghasilkan manfaat jangka panjang, tidak memecahkan konflik secara efektif atau bahkan konflik itu tidak dapat diselesaikan.

Pembahasan sampai saat ini menyatakan bahwa konflik itu dapat bermanfaat dalam menciptakan adanya perubahan organisasi atau perusahaan. Sangat mungkin konflik berskala rendah sehingga memerlukan suatu stimulasi, dibandingkan dengan konflik yang lebih berskala tinggi seperti yang pemecahannya telah diskusikan sebelumnya. Maka konflik yang terjadi perlu mendapatkan solusinya, agar semua pihak dapat memahami kepentingan-kepentingan lain, diluar kelompok atau dirinya.

Beberapa metode atau teknik stimulasi yang mungkin dapat dipergunakan untuk menstimulasikan konflik sampai kepada tingkat yang fungsional adalah : (1) komunikasi. Dengan mempergunakan saluran komunikasi organisasi, manajer dapat menstimulasi konflik. Secara hati-hati informasi dapat dimasukkan ke dalam saluran formal untuk menciptakan keragu-raguan, reevaluasi atau konfrontasi. (2) Merubah struktur Organisasi. Merubah organisasi merupakan salah satu teknik yang bermanfaat dalam memecahkan konflik antar kelompok. Sebaliknya perubahan ini justru merupakan cara yang baik pula dalam menciptakan konflik. Cara ini dapat menstimulasi konflik sehingga tercipta persaingan yang ujungnya adalah peningkatan kinerja. (3) Menstimulasi persaingan. Penggunaan berbagai insentif, seperti bonus, penghargaan bagi karyawan atau hasil karya yang menonjol, dapat menstimulasi adanya persaingan. Apabila dapat dipergunakan dengan tepat maka persaingan yang sehat itu dapat menciptakan konflik yang fungsional, (4) Memasukkan Orang luar ke dalam kelompok. Salah satu teknik untuk mengangkat kembali citra suatu organisasi atau bagian, adalah memasukkan citra suatu organisasi atau bagian, adalah memasukkan, mengangkat atau memindahkan orang-orang yang sikapnya, nilainya dan latar belakangnya berbeda dari para anggota yang sekarang berada dalam sistem atau organisasi itu.

One thought on “Penyelesaian Konflik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s