Wujud Zat


Wujud Zat Dan Perubahannya

Dalam kehidupan, di sekitar kita sering dijumpai berbagai zat misalnya air, bensin, batu, kayu, besi, udara dan lain-lain. Udara, walaupun tidak bisa kita lihat, tetapi kita dapat merasakan keberadaanya. Ketika kita membuka tutup botol parfum, kita dapat merasakan aromanya. Di alam ini terdapat berbagai macam zat dengan wujud dan sifat yang berbeda.
Cobalah ingat dan perhatikan, ketika kita memasukkan segelas air ke dalam lemari es kemudian kita biarkan selama waktu tertentu, air tadi sudah berubah menjadi es dalam wujud padat. Jika es tersebut dipanaskan, maka es tersebut berubah kembali menjadi air. Air adalah contoh zat yang dapat berubah wujudnya.

WUJUD ZAT

Di lingkungan sekitar kita, banyak kita jumpai zat-zat tersebut dalam bentuk yang berbeda-beda. Misalnya, air yang kita masukkan dalam pendingin (kulkas) berubah menjadi es. Kemudian ketika kita memasak air, mendidih dan pada saat itu terdapat uap air di permukaan wadah yang kita gunakan untuk memasak air tersebut.
Wujud Zat AAA
Zat tersusun atas sejumlah partikel, yaitu bagian terkecil dari suatu zat yang tidak dapat dilihat dengan mata tanpa bantuan alat penglihat. Partikel-partikel ini memiliki kemampuan gerak atau daya untuk saling menarik. Setiap wujud zat tersusun atas partikel-partikel yang mempunyai jarak dan kebebasan gerak yang berbeda-beda. Susunan dan sifat partikel ini sangat menentukan wujud zat tersebut.
Sifat-sifat Partikel adalah:
1. Partikel tidak diam, selalu bergerak atau bergetar
2. Diantara satu partikel dengan lainnya memiliki daya tarik menarik
3. Diantara partikel-partikel tersebut terdapat ruang antarpartikel yang disebut pori-pori

Keadaan partikel memberikan sifat volume dan bentuk yang selalu tetap, contohnya Air mempunyai bentuk tidak tetap, tetapi volumenya tetap. Air, gerakan partikelnya agak bebas, letak partikel agak renggang, gaya tarik menariknya kurang kuat, dan ruang antar partikel agak besar. Cobalah, rangkumkan sifat atau keadaan partikel wujud zat yang lain.
Berdasarkan sifat tersebut, gerakan partikel inilah disebut Kohesi dan Adhesi.
Kohesi adalah gaya tarik menarik antara partikel-partikel yang sejenis. Sedangkan, adhesi adalah gaya tarik menarik antara partikel-partikel yang tidak sejenis. Adanya kohesi dan adhesi ini menyebabkan sifat permukaan suatu zat cair dalam keadaan Meniskus Cembung dan Meniskus Cekung.

MENISKUS CEMBUNG DAN CEKUNG

Meniskus cembung terjadi pada air yang berada pada suatu tempat, misalnya tabung reaksi, dimana sudut permukaan antar tabung sisi sebelah kanan dan kiri berupa cekungan. Hal ini terjadi karena, gaya tarik menarik antara partikel air dengan partikel dinding kaca/tabung lebih kecil, atau kohesi lebih kecil daripada adhesi. Namun, sebaliknya jika kita taruh Raksa (Hg) dalam tabung reaksi maka akan terjadi Meniskus Cembung, yaitu raksa tidak membasahi permukaan tabung. Hal ini terjadi karena gaya tarik menarik antarpartikel raksa lebih besar dari gaya tarik menarik antara partikel raksa dan dinding tabung reaksi atau kohesi lebih besar dari adhesi.

KAPILARITAS

Partikel dengan ukuran kecil dari suatu zat, misalnya air dapat menyebabkan gejala kapilaritas. Kapilaritas merupakan gejala naik atau turunnya zat cair dalam suatu pipa kapiler (pipa berukur kecil). Makin kecil pipa maka akan semakin besar daya kapilaritasnya. Mengapa air tanah dapat naik sampai ke daun?, Mengapa minyak tanah dapat naik pada sumbu kompor sehingga kompor daat nyala?

TEGANGAN PERMUKAAN

Apabila kita meletakkan silet pada permukaan air yang ada di dalam wadah (mangkuk), ternyata silet tidak tenggelam. Mengapa hal ini dapat terjadi?.
Pada permukaan air bekerja gaya tarik menarik antara partikel-partikel air (kohesi), akibatnya pada permukaan air seolah-olah terdapat selaput atau lapisan (membran) yang dapat menahan benda-benda termasuk pada peristiwa silet tersebut. Peristiwa inilah dinamakan tegangan permukaan.
Coba renungkan, mengapa Nyamuk yang berada di permukaan air tidak tenggelam?

MASSA JENIS

Apa yang dimaksud massa jenis?
Cobalah kita pikirkan, jika ada kapas sebanyak 1 ton dan batu juga bermasa 1 ton?, apa yang ada dibenak/pikirkan anda?. Mengapa volume kapas lebih besar daripada volume batu tadi? Perhatikan ilustrasi berikut:
Tabel rumus
Pada kolom pertama, masss batu berubah-ubah, demikian juga volumenya berubah-ubah (kolom kedua), sedangkan pada kolom ketiga nilainya tidak berubah (1,4 g/cm3). Perbandingan antara massa benda dengan volume benda inilah yang disebut dengan massa jenis.

PERUBAHAN WUJUD ZAT

Suatu zat dapat berubah wujudnya oleh karena suatu keadaan atau perlakukan tertentu, misalnya dipanaskan atau didinginkan. Untuk memahami perubahan wujud ini, perhatikan skema gambar perubahan wujud. Kemudian berikan penjelasannya?
Wujud Zat bbbb

Sumber: IPA Kls VII, BSE

Silahkan lihat juga di:
http://arifkristanta.wordpress.com/belajar-online/wujud-zat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s