Jakarta: Musim Hujan, Waspada Banjir!!


Antisipasi dan Mewaspadai Banjir Musim Pengujan di Jakarta

Musim penghujan sudah dimulai, beberapa hari ini Jakarta sudah diguyur hujan yang cukup lumayan. Walaupun belum merata dan belum tinggi intensitasnya, kita sebagai warga Jakarta perlu mewaspadainya.
DKI Jakarta adalah Ibu Kota negara Republik Indonesia. banjir 3Wilayahnya terdiri atas lima kota, yang masing- masing kota dipimpin oleh seorang walikota. DKI Jakarta memiliki luas 664 kilometer persegi. Wilayahnya terletak antara 6’- 7’ LS dan 106’- 107’ BT. Batas wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta adalah sebagai berikut: Utara berbatas dengan Laut Jawa; Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor, Barat berbatasan dengan wilayah Kabupaten Tangerang, dan Timur berbatasan dengan Bekasi.
DKI Jakarta memiliki penduduk terpadat di Indonesia dan dihuni oleh berbagai suku. Kebhinekatunggalikaan bangsa Indonesia tercermin di kota ini. Penduduk asli Jakarta disebut orang Betawi. Kota Jakarta menjadi tumpuan dan harapan banyak penduduk di Indonesia. Di kota ini, berbagai fasilitas lengkap. Oleh karena itu, banyak penduduk dari berbagai daerah berdatangan dan terletak disana.
Jakarta terletak di pantai utara Pulau Jawa yang sebagian besar wilayahnya berada di dataran rendah. Sedangkan di sebelah selatan Jakarta terbentang wilayah dataran tinggi Bogor, Puncak, dan Cianjur (Bopunjur). Sesuai dengan sifat air, air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Oleh karena itu, Jakarta dialiri sungai- sungai yang berhulu di dataran tinggi Jawa Barat. Jakarta dialiri oleh 13 sungai. Semua sungai mengalir ke utara dan bermuara di Teluk Jakarta. Ketiga belas sungai itu, diantaranya yaitu S. Ciliwung, S. Muokerfart, S. Angke, S. Cisadane, S. Cideng, S. Sentiong, S. Cipinang, dan S. Pesanggrahan. Sungai Ciliwung merupakan sungai terpanjang dan terbesar yang sering menyebabkan banjir di Jakarta, yang dikenal dengan banjir bandang atau banjir kiriman.
Jumlah penduduknya pun berkembang sangat pesat. Menurut hasil sensus, penduduk tahun 2000, jumlah penduduk DKI Jakarta yaitu 8.356.489 jiwa. Pembangunannya pun berkembang dengan cepat. Dengan ini, banyak lahan resapan air berubah menjadi perumahan, perkantoran, dan sebagainya. Daerah- daerah resapan airpun semakin berkurang. Akibatnya, pada musim hujan, di daerah- daerah tetentu sering terjadi banjir, sedangkan pada musim kemarau terjadi kekeringan.
Masalah banjir di Jakarta merupakan pemandangan rutin tiap tahun pada musim penghujan, jika musim penghujan agak panjang, maka jadwal musibah banjir diperpanjang dan terkadang wilayah yang terkena banjirpun bertambah luas.
Pada dasarnya, Jakarta mengalami dua musim. Yaitu musim kemarau atau musim panas, dan musim dingin. Musim kemarau terjadi pada bulan April-Oktober. Sedangkan musim hujan terjadi pada bulan Oktober-April. Pada bulan ini, Jakarta sedang mengalami musim penghujan dan karena tempat penampungan air sudah tidak cukup menampung air, sehingga air tersebut meluap ke permukaan secara mendadak dalam jumlah besar, menggenangi sebagian wilayah kota Jakarta.

Faktor Penyebab Banjir di Jakarta
Bahaya banjir Jakarta merupakan salah satu bahaya yang harus diwaspadai oleh semua warga DKI Jakarta pada setiap musim penghujan. Banjir yang terjadi di sebagian wilayah DKI itu sekaligus membuka awal Februari kemarin, umumnya dikarenakan curah hujan yang terlalu tinggi, sehingga saluran air atau sungai meluap dan menggenangi daratan (yang biasanya kering), tidak bisa memuat volume air yang mengalir ke saluran air atau sungai, sehingga terjadilah banjir.

Sebab-Sebab Terjadinya Banjir Jakarta
Pada umumnya, banjir disebabkan oleh perilaku atau ulah manusia sendiri. Misalnya, membuang sampah sembarangan, membuang air limbah ke sungai, membangun rumah di tepi sungai, dan lain- lain. Banjir yang disebabkan karena alam, biasanya karena curah hujan yang terlalu tinggi atau di atas rata- rata. Air hujan yang tercurah tidak terserap oleh tanah, sehingga volume air yang mengalir ke saluran air dan sungai melebihi daya tampungnya.
Banjir Jakarta yang membuka awal Februari kemarin, selain disebabkan karena curah hujan yang terlalu tinngi, juga disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Beberapa faktor yang menyebabkan banjir, diantaranya:
a. Terjadinya penyempitan badan sungai
Penyempitan badan sungai pada umumnya diakibatkan karena masyarakat yang senaknya saja membangun rumah di bantaran atau di tepi sungai, tanpa melihat dampak- dampak yang ditimbulkan.
b. Kurangnya kesadaran masyarakat
Masyarakat sudah terbiasa membuang sampah limbah rumah tangga ke aliran sungai. Sehingga sampah tersebut menyebabkan sungai menjadi dangkal, dan sampah tersebut menghambat dan menyumbat aliran air.
c. Kurangnya lahan resapan air
Lahan yang semula digunakan untuk daerah resapan air, sekarang dibangun rumah tinggal/ pertokoan/ perkantoran/ pabrik yang kurang menyediakan saluran air yang memadai.
d. Penebangan pohon di hutan
Penebangan pohon di hutan, terutama di tepi hulu sungai karena memperhatikan keseimbangan alam. Hal itu dapat menyebabkan pengikisan permukaan tanah yang akhirnya mengakibatkan pendangkalan sungai.
e. Tata letak kota yang mengabaikan keseimbangan alam
Lahan terbuka semakin sempit sehingga air hujan yang terserap ke dalam tanah sangat sedikit, dan sebagian besar akan mengalir ke sungai.

Dampak Yang Ditimbulkan oleh Banjir
Setiap kejadian alam, maka akan memiliki dampak yang merugikan atau menguntungkan masyarakat yang ada di sekitar tempat kejadian tersebut. Walaupun sebagian besar berdampak negatif, namun terdapat pula dampak positif.
Banjir menimbulkan banyak akibat. Tidak sedikit menelan korban jiwa (meninggal) antara lain terseret arus yang sangat kencang, dan tersetrum oleh arus listrik yang mengalir melalui air. Banyak warga yang kehilangan harta, surat- surat berharga, dan sebagainya karena semua terendam oleh air. Tidak sedikit pula rumah- rumah yang roboh. Kenyamanan baristirahat dan tinggal di rumah menjadi terganggu.

Banjir Jakarta : 2 Februari 2007
Pada banjir Jakarta tanggal 2 Februari 2007, dampak yang timbul di bidang transportasi, arus transportasi dan kegiatan perekonomian menjadi terhambat. Akibat bencana banjir, operasional moda transportasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya terhambat banjir. Beberapa rute angkutan jalan dan kereta api terputus, sehingga penumpang tidak terlayani. Sementara sejumlah pesawat terjadi penundaan dan pembatalan. Sejumlah angkutan kota tidak beroperasi sejak awal terjadi banjir.
Angkutan jalan yang beroperasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya hanya 40 persen. Sebab jalur terputus di beberpa titik akibat terendam banjir. Tidak sedikit pengusaha yang merasa terpukul akibat banjir ini. Misalnya saja pengusaha taksi dan bus. Pengusaha taksi merasa terpukul karena ratusan unit taksinya terendam di pul. Beberapa pengusaha bus juga mengeluh karena busnya dilempari batu saat melewati jalur yang tergenang air. Tercatat, kerugian pengusaha angkutan jalan sekitar Rp. 300 milyar/ hari. Selain itu, kegiatan perekonomian juga mengalami hambatan. Misalnya, proses jual/ beli di pasar atau di warung, dan jasa angkutan umum semua terhenti.

Berikut Foto-foto Akibat Banjir Jakarta: Februari 2007
banjir 1

Sumber Inspirasi: Berbagai Sumber, Banjir Jakarta : Feb 2007

One thought on “Jakarta: Musim Hujan, Waspada Banjir!!

  1. Kami sedang melakukan kampanya hemat kertas sebagai wujud cinta lingkungan… berkunjung ke blog saya ya… berikan saran terbaik buat kami… kegiatan tersebut adalah salah satu kajian untuk menjaga kelestasian lingkungan… kami tunggu…. selamt datang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s