Ketika mimpi, sy bertanya?


Ketika orang ribut membicarakan “kiamat”, ketika banyak ahli science membicarakan bakal terjadinya sesuatu bencana yang dahsyat di muka bumi (meteor menumbuk bumi), ketika banyak postingan teman-teman blog yang menghubungkan kiamat dengan tanda-tandanya, semisal : terbelahnya bulan, maraknya bencana alam (gempa dan banjir) di belahan bumi. Ketika baca tulisan-tulisan itu, saya selalu ingat sebuah mimpi.

Sebelumnya, saya berbagi cerita. Ayahku … adalah pensiunan polisi tahun 1982. Jujur … semasa dinas, ayahku tidak pernah sholat, puasa pun tidak. Namun kini, alhamdlulillah sholat dan wiridan ayahku mengalahkan saya. Dan insyaallah ini menjadi bagian dari hari-harinya yang menyenangkan dengan selalu beribadah.
Sebagai seorang anak, sy selalu berdoa ketika awal-awal pensiun ayahku agar mau sholat, bahkan suatu ketika sy beranikan diri bicara langsung dan …. alhamdlulillah.
Bahkan, saat ini sejak tahun 1985-an ayahku sangat rajin bahkan dengan bertubi-tubinya cobaan: anak-anak yg kuliah, ekonomi gaji pensiun yg pas-pasan menambah rajinnya ibadah ayahku…bahkan kadang dari jam 12 malam beliau habiskan dengan dzikir (wiridan) sampai subuh…baru ayahku tidur.
Alhamdlulillah ayahku diberikan umur panjang… sedang rekan-rekan sesama polisi saat ini sudah tidak ada karena sudah banyak yg meninggal. Dan yg lebih bersyukur lagi adalah ayahku masih mampu baca tanpa kacamata, pendengaran masih sangat bagus, daya ingat juga, padahal umurnya sudah hampir 80-an. Terima kasih ya ALLAH .. engkau telah memberikan kebaikan-kebaikan kepada ayahku.

Ayahku sangat sayang kepada anak-anaknya, walaupun tidak pernah ditampakkan dalam perilaku …. sy memahaminya …. kekuatan doanya dan perilaku wiridan yg beliau sampaikan kepada ALLAH SWT untuk anak-anak, cucu, dan cicit-cicitnya.

Untuk membalas semua yg sudah ayah lakukan untuk anak, cucu, dan cicitnya … khususnya saya merasa berhutang budi, seringkali saya pun melakukan wiridan/dzikir.

Suatu ketika … suatu malam : saya bermimpi bertemu dengan ayahku …..Pertemuan dua orang, antara ayah dan anak di sebuah dataran padang yang lengang serta sepi hanya berdua, lalu terjadi dialog yang mengharukan:

“Saya tanyakan pada ayahku:”Ma … apakah saya bisa bertemu diakhirat nanti dengan mama?”
(note: Mama adalah panggilan terhormat untuk ayah/bapak di lingkungan masyarakat Kandanghaur-Indramayu)

Pembaca, Apakah ayahku menjawabnya ….??

Ketika pertanyaan itu saya ajukan: Ayahku membalasnya dengan merangkulku, dan mendekapnya tanpa menjawabnya.
Saya tidak mengerti dekapan dan rangkulan ayahku. Namun demikian,… ayahku menunjukkan sesuatu yang aneh tentang alam/jagat raya ini.

Sambil merangkul saya, Kata ayahku:
“Sini kamu, …. lihat di atas sana/langit, …. betapa dunia ini sudah tua”. Ditunjukkannya saya ke atas langit dengan telunjuk ayahku.

Saya pun melihatnya keatas, …
Ketika saya lihat: subhanallah langit itu terlihat sudah rapuh…??? (terlihat seperti bangunan tua yang rapuh semen-semennya, sebagian terlihat bata-batanya karena semennya rontok, sebagian lagi,…berlobang-lobang)”

Lalu, ayahku melanjutkan pembicaraannya:
“Inilah dunia yang sudah tua”?

Ketika terbangun……astaghfirullah al’adzim …. subhanallah, hanya engkau ya ALLAH pemilik rahasia alam ini.
Tanpa bermaksud udzub/sombong (saya berlindung kepada ALLAH)… mimpi ini, saat ini banyak dibicarakan orang???

Waullahu a’alam bisawab.
Hanya engkau ya ALLAH pemilik rahasia ini

2 thoughts on “Ketika mimpi, sy bertanya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s