3 Tips KepSek Memanajemeni Perubahan


Banyak yang ingin dilakukan oleh seorang Kepala Sekolah dalam menjalankan pekerjaannya, antara lain berharap sekolahnya memiliki kinerja mendatang yang lebih baik dari saat ini, memiliki guru-guru yang berinovasi dalam pembelajaran. Seluruh keinginan-keinginan tersebut adalah bentuk idea perubahan-perubahan yang diharapkan.
AN616Ketika visi dan misi anda sebagai Kepala Sekolah kelihatan di dalam suatu pekerjaan, segala sesuatunya tentu akan mulai berubah. Kebanyakan dari kita sedikit merasa tidak enak dengan adanya perubahan. Ada orang yang menyadari keuntungan untuk mengadakan usaha/kerja dengan cara yang lain dan mengambil keuntungan dari kesempatan-kesempatan tersebut. Tetapi di lainnya, orang-orang akan mengeluh: ”Kita akan mencoba itu pada tahun 2025 dan waktu itu tidak berhasil”!!
Kepala Sekolah sebagai seorang pemimpin, ketika menjumpai penolakan, anda harus memanajemeni perubahan secara strategis. ”Untuk membantu anda, ada tiga alat utama dalam kerangka kerja perubahan yang akan anda lakukan”. Alat tersebut adalah: hadiah, rasa enak dengan cara baru, dan optimisme pemutaran ulang. Berikut ini, tiga cara yang dimaksud guna menanggulangi penolakan terhadap perubahan yang akan anda lakukan, namun mendapatkan penolakan.

1.Memberi Hadiah
Hadia bisa sangat efektif untuk mengadakan perubahan. Dengan adanya perubahan yang anda ingin kuasai oleh para pengikut anda, hadiah apa yang dapat anda berikat jika perubahan itu terjadi? Bagaimana anda dapat membuatnya menguntungkan jika para pengikut anda mengambil risiko untuk mencoba sesuatu yang baru? Anda tidak dapat menunggu sampai perilaku para pengikut 100% berada di belakang perubahan itu, mungkin mereka tidak akan sampai disana. Sebaliknya, jika anda melihat bahwa seorang bawahan mulai menerima perubahan itu, anda harus memuji dan mengakui usaha itu, meskipun tidak dengan sepenuh hati atau dilakukan dengan sempurna. Ini berarti bahwa anda memberikan hadiah supaya ada nilainya untuk mengalami perubahan.

2. Memberi Pelumas
Alat yang kedua ialah membuat perubahan itu lebih enak, mudah. Bagaimana anda dapat membuat ”status quo” tidak diinginkan sehingga pegawai lebih senang membuat perubahan? Kepala Sekolah dapat mengubah segala sesuatunya sehingga diperlukan lebih banyak waktu dan usaha untuk melakukannya dengan cara-cara lama. Atau kepala sekolah dapat menghilangkan persetujuan atau hadiah sosial lainya yang sebelumnya diterima para guru. Seringkali, tekanan kelompok seperti gurauan dan olok-olok dapat membantu ”orang yang paling kaku” untuk mengubah cara-cara lama.

3.Menjamin dengan Optimisme
Ada orang yang sangat kaku dan takut kepada suatu perubahan. Mereka hanya dapat melihat sisi buruknya. Sebagai pemimpin, kepala sekolah perlu membantu orang tersebut melihat manfaat dari perubahan. Kepala Sekolah harus menyatakan kepercayaan anda akan nilai-nilai, dampak, kemungkinan, dan sebagainya dari perubahan secara konsisten. Jangan biarkan penolakan perubahan menarik anda dengan negativisme mereka. Bila si penolak berkata, ”Manajemen puncak tidak akan mendukungnya”, maka jawaban yang optimis adalah, ”Saya rasa segera setelah kita menyajikan gagasan kita, mereka akan mendukung kita”, Nyatakan apa rencana anda untuk mendapatkan dukungan yang diperlukan.

LATIHAN PERUBAHAN

Drs. Budi Purnomo, adalah salah seorang guru di SMPN 96 Jakarta, ia bertanggung jawab atas pekerjaan yang dijalankannya. Ini memerlukan sebagian besar dari waktunya dan Drs. Budi Purnomo merasa sangat bangga akan kinerjanya. Hampir setiap rekan gurunya mengenal dia, dan dia sering diakui secara formal maupun informal karena bekerja begitu baik.

Akhir-akhir ini, banyak dibutuhkan kreativitas dalam pembelajaran misalnya dengan melakukan PTK, Kepala Sekolah sangat bergairah untuk menceriterakan kepada Drs. Budi Purnomo tentang kemungkinan-kemungkinan dia dapat melaksanakan inovasi pembelajaran melalui PTK tersebut sebagai ganti (perubahan) cara mengajar lama yang seringkali membuat ”BeTe” para siswanya.

Kepala Sekolah sebagai pimpinan, apa yang anda lakukan dalam memanajemeni perubahan-perubahan yang dilakukan guru, seperti Drs, Budi Purnomo.

MEMBERIKAN HADAIAH:_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

MEMBERI PELUMAS:______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

MENJAMIN DENGAN OPTIMIS:____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Sumber Inspirasi Tulisan: Pat Heim, Ph.D. dan Elwood N.C.

2 thoughts on “3 Tips KepSek Memanajemeni Perubahan

  1. Nah…ini dia gagasan jitu untuk mengubah kepala sekolah yang butek.Cuman masalahnya ini untuk kepala sekolah yang kreatif.Bagaimana dengan suatu hal yang berlaku sebaliknya ?…Kalau sempat tulis de…hal sebaliknya…guru kreatif…kepala sekolah…olog alias judes alias bodoh..mmmmgila hormat…..kurapat….non skill managemen…….dll deh…..Baiknya / hanya Allah yang tahu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s