Diskusi Think Pair Share dalam IPA


Metode belajar yang mampu membangkitkan motif, minat atau gairah belajar murid dan menjamin perkembangan kegiatan kepribadian murid adalah metode diskusi. Metode diskusi merupakan suatu cara mengajar yang bercirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pertanyaan atau problem. Di mana para anggota diskusi dengan jujur berusaha mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama (Oemar Hamalik, 2001).

Dalam metode diskusi guru dapat membimbing dan mengarahkan siswa untuk hidup dalam suasana yang penuh tanggung jawab, msetiap orang yang berbicara atau mengemukakan pendapat harus berdasarkan prinsip-prinsip tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan. Jadi bukan omong kosong, juga bukan untuk menghasut atau mengacau suasana. Menghormati pendapat orang lain, menerima pendapat yang benar dan menolak pendapatn yang salah adalah ciri dari metode yang dapat digunakan untuk mendidik siswa berjiwa demokrasi dan melatih kemampuan berbicara siswa.

HASIL KEGIATAN PEMBELAJARAN

PERCOBAAN I
Warna Yang Tersembunyi

Tujuan:
a. Mengetahui warna-warna yang tersembunyi pada tinta dan pewarna makanan
b. Mengetahui fungsi air sebagai pengurai warna

Alat dan Bahan:
Alat yang diperlukan untuk melakukan percobaan adalah: Pipet, kertas saring, klip, 4 buah gelas kimia atau botol kecil, air, lidi panjangnya 25-30 cm.
Langkah Kerja:
a. Buatlah campuran warna dari tinta dan pewarna makanan dalam masing-masing botol
b. Potonglah kertas saring menjadi lembaran dengan ukuran 2×5 cm dan lekatkan pada lidi yang telah disiapkan.Teteskan campuran tinta dan pewarna makanan pada ujung kertas yang telah dibentuk (pada ujung bawah hanya 2 cm)
c. Siapkan botol/gelas kimia dalam keadaan bersih, kemudian masukkan air ke dalamnya sampai hampir penuh (1 cm dari mulut gelas)
d. Masukkan lembar kertas yang sudah disiapkan/sudah diberi warna ujungnya kedalam 4 gelas tersebut bersamaan.
e. Amati warna-warna yang terurai!

Pertanyaan:
1. Apakah fungsi air?
2. Prinsip apakah yang digunakan pada proses penguraian warna pada kertas?
3. Apakah kegunaan dari percobaan tersebut?

Hasil kegiatan pembelajaran eksperimen yang dilakukan siswa pada percobaan tersebut diatas, hasilnya :

P1000126

PERCOBAAN II

Tujuan percobaan
Tujuan percobaan adalah untuk mengetahui reaksi kimia antara asam dan basa

Alat dan Bahan
Soda kue, jus lemon, cuka, dua botol kecil, Sendok, Piring kecil, dan Plastisin, satu botol bekas air minum mineral ukuran kecil.

Langkah Kerja:
a. Sediakan dua botol kecil atau botol bekas air mineral
b. Buatlah dua model gunung berapi dari plastisin, botol bekas air mineral, dan piring kecil. Botol kecil dibungkus plastisin bentuklah seperti gunung sehingga botol berada di tengah. Atau potong bekas botol air mineral setengahnya, letakkan di atas piring kecil, kemudian tutup seluruh bagian botol sehingga tampak mulut botol terbuka.
c. Setelah selesai membuat model gunung berapi kemudian isilah kedua model gunungan tersebut masing-masing model gunung api yang pertama diisi dengan cuka dan yang kedua dengan jus lemon atau air jeruk
d. Setelah selesai diisi cuka dan jus lemon, kedua model gunung api tersebut diisi dengan 1-2 sendok soda kue
e. Amati apa yang terjadi, kemudian bandingkan busa atau gelemubung yang terbentuk pada dua model gunung api tersebut
Pertanyaan:
1.Dari bahan-bahan yang digunakan pada percobaan yang Anda lakukan, manakah yang bersifat asam dan mana yang bersifat basa?
2.Bagaimana reaksi antara cuka dan soda, serta jus lemon dan soda?
3.Perkirakanlah, mana yang lebih asam: Cuka atau Jus lemon?. Jelaskan!
Hasil percobaan yang telah dilakukan, inilah hasiln percobaan oleh siswa-siswi tersebut :
a. Siswa membuat replika/model gunung berapi
b. Siswa Memasukkan Soda kue ke dalam Lubang Model Gunung Api
c. Hasilnya, Gunung pun Meletus
P1000128

Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran percobaan/ekperimen di dalam laboratorium. Selanjutnya, hasil-hasil dari kegiatan percobaan tersebut perlu dilakukan pembahasan atau penjelasan oleh guru dan siswa.
Metode yang digunakan dalam pembahasan dan penjelasan tersebut dilakukan dengan model diskusi think pair share.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka melalui strategi pembelajaran kooperatif metode “Think Pair Share”, diharapkan siswa akan lebih bergairah dan menyenangi serta menerima pelajaran IPA dengan senang, yang pada gilirannya tujuan pembelajaran IPA dapat tercapai. Maka melelui metode think pair share tersebut, hasil yang diharapkan adalah :
a. Setiap diri masing-masing siswa berani mengemukakan pendapat (menyatakan dengan benar) melalui jawaban atas pertanyaan yang telah dibuatnya berdasarkan sumber bacaan yang diberikan;
b. Mampu mengemukakan pendapat melalui tulisan dan menyatakannya di depan kelas;
c. Siswa lain, berani mengemukakan pendapat dan menyatakan kesalahan jawaban dari kelompok lain yang disanggah;
d. Terlatih dalam menyimpulkan masalah dan hasil kajian pada masalah yang dibahas; dan
e. Dapat memotivasi semangat belajar para siswa, serta membantu siswa dalam pemahaman berbagai konsep IPA.

Pelaksanaan metode diskusi think pair share, dalam mata pelajaran IPA dapat dilalui dengan permulaan pembelajaran eksperimen di dalam laboratorium. Pada kali ini materi pembelajaran kelas VII yang mendiskusikan tentang percobaan-percobaan reaksi kimia sederhana. Dalam hal ini yaitu kajiannya adalah asam, basa dan garam.

Guru memilih menggunakan think-pair-share untuk membandingkan tanya jawab kelompok keseluruhan, dengan langkah-langkahnya sebagai berikut.

a) Langkah 1: Berpikir
Guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah yang dikaitkan dengan pelajaran, dan meminta siswa menggunakan waktu beberapa menit untuk berpikir sendiri atau berkelompok untuk menemukan jawaban atau masalah yang diajukan dalam percobaan.
(Catatan: Siswa membutuhkan penjelasan bahwa berbicara atau mengerjakan bukan bagian berpikir)

b). Langkah 2 : Berpasangan
Selanjutnya guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah mereka peroleh. Interaksi selama waktu yang disediakan dapat menyatukan jawaban jika suatu pertanyaan yang diajukan atau menyatukan gagasan apabila suatu masalah khusus yang diidentifikasi. Secara normal guru memberi waktu tidak lebih dari 4 atau 5 menit untuk berpasangan.

c). Langkah 3: Berbagi
Pada langkah akhir, guru meminta pasangan-pasangan untuk berbagi dengan keseluruhan kelas yang telah mereka bicarakan. Hal ini efektif untuk berkeliling ruangan dari pasangan ke pasangan dan melanjutkan sampai sekitar sebagian pasangan mendapat kesempatan untuk melaporkan Arends, (1997) disadur Tjokrodihardjo, (2003).

Permulaan kegiatan diskusi think pair share, yaitu dengan melakukan pembagian kelompok untuk mendiskusikan hasil-hasil percobaan yang telah dilakukannya.
P1000129P1000130

Pelaksanaan diskusi diberikan waktu tenggang yang cukup, oleh karena ada dua percobaan maka waktu yang diberikan lebih lama. Untuk kemudian siswa dari masing-masing kelompok mempersiapkan diri untuk mendiskusikan secara terbuka. Dalam hal ini, guru memandu dan mempersilahkan kelompok mana yang terlebih dahulu lebih siap untuk mempresentasikan hasil diskusi sesama teman di kelompoknya.

Tulisan ini masih bersambung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s