Strategi KepSek Menuju SSN


STRATEGI MSDM

Keberadaan sumber daya manusia (SDM) guru yang berkualitas (memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan) menjadi sangat penting di dalam suatu organisasi/sekolah. Dalam rangka memenuhi kebutuhan sekolah baik lama maupun sekolah baru, maka proses pemenuhan kebutuhan tersebut perlu dilakukan dengan cermat dan akurat untuk memilih SDM guru guna menjalankan visi dan misi sekolah yang diusungnya.
Sesuai dengan bidang jasa layanan pendidikan yang dijalankannya, maka sekolah perlu memiliki SDM guru pada berbagai kategori “berkualitas” (siap menjadi manager, middle dan lower potensial) tentu saja yang berkualitas khususnya dalam hal kompetensi untuk melakukan kegiatan pendidikan kini dan dimasa mendatang.
Pemenuhan kebutuhan SDM Guru tersebut hanya dapat terpenuhi apabila pelaksanaan-pelaksanaan pendidikan tersebut melalui strategi SDM yang dinahkodai Kepsek secara baik.
Strategi yang akan dijalankan oleh kepala sekolah tentu saja menuntut suatu perubahan, kadangkala perubahan tersebut sangat mendasar dan krusial. Oleh karenanya ide dan gagasan pimpinan dituntut secara stratejik.

SMPN 96 memiliki visi dan misi yang jauh kedepan, yang sekaligus berupaya meraih keunggulan daya saing, dalam arti memiliki dapat menjadi sekolah kebanggaan dengan segudang prestasi. Tentu saja hal ini tidaklah mudah, seluruh daya dan upaya berada pada seluruh anggota organisasi, Kepala Sekolah dan seluruh jajarannya.

1. Visi
Menciptakan lembaga pendidikan formal yang berkualitas unggul dalam bidang IPTEK dan IMTAK.

Indikator:
a. Taat beribadah
b. Berprestasi di bidang akademik
c. Berprestasi dalam bidang non akademik

2.Misi
Menberdayakan kompetensi budi pekerti siswa dengan pengajaran, pelatihan dan bimbingan melalui komitmen dan profesionalisme guru.

Indikator:
a. Pembinaan budi pekerti siswa
b. Mongoptimalkan kerjasama warga sekolah
c. Mengembangkan minat dan bakat siswa

3. Tujuan
Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai (Goal), adalah:
1. Meningkatkan perilaku akhlak mulia bagi peserta didik.
2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan minat dan bakat peserta didik.
3. Mengembangkan kepribadian manusia yang utuh bagi peserta didik.
4. Mempersiapkan peserta didik sebagai bagian dari anggota masyarakat yang mandiri dan berguna.
5. Mempersiapkan peserta didik dalam melanjutkan pendidikan lebih lanjut.

4.Moto
Untuk membangkitkan daya juang dalam mencapai goal, yang telah ditetapkan maka sekolah memiliki moto sebagai berikut : “Berkreasi Meraih Prestasi
.
BAGAIMANA STRATEGI YANG DIJALANKAN KEPSEK

Dalam rangka menuju pencapaian sekolah yang unggulan atau Sekolah Standar Nasional (SSN), Pimpinan SMPN 96 Jakarta beserta seluruh jajarannya bersepakat untuk menjalankan strategi SDM guru dan pegawai.
Dalam konsep strategi SDM yang akan dijalankan, pengembangan SDM tersebut dikonsepkan sebagai berikut:
Strategi SMP96 1

Strategi MSDM perlu ide dan gagasan dari Kepala Sekolah yang cemerlang, misalnya Kepala Sekolah berharap bahwa SMPN 96 Jakarta menjadi sekolah bertaraf Nasional atau pada grade SSN. Ide dan gagasan tersebut perlu disampaikan kepada seluruh guru dan pegawai, bahkan kepada siswa sekalipun.
Untuk memulainya, sekolah mengidentifikasi seluruh faktor-faktor yang menjadi peluang dan tantangan yang ada. Tantangan, yang ada antara lain: (a) Gedung/Fisik sekolah yang sudah lama, sempit/kecil; (b) sarana olah raga tidak ada, sarana upacara bendera juga tidak mendukung; dan (c) Kompetitor SMPN 85 Jakarta yang sudah lebih dahulu menjadi sekolah SSN. Sedangkan, peluang berupa: (a) Sumber daya guru, yang dilihat dari latar belakang pendidikan seluruhnya sudah S1; (b) Input siswa, dengan NEM atau Nilai UASBN pada skala tinggi 6,5-8; dan (c) Kepemimpinan Kepsek.
Seluruh sumber daya yang dimiliki tersebut dengan mempertimbangkan faktor tantangan (error factor), perlu dikerahkan dalam menjalankan visi, dan misi sekolah. Melalui strategi serta tujuan-tujuan (goal) yang hendak dicapai.

3 STRATEGI MSDM

Perubahan yang hendak dilakukan Kepala Sekolah sebagai pimpinan, melalui strategi manajemen SDM yang meliputi: (a) Struktur organisasi; (b) Budaya organisasi; dan (c) Pengembangan SDM. Ketiga strategi yang akan dikembangkan oleh Kepala Sekolah tersebut memiliki satu tujuan (goal), yaitu : ”Guru Profesional”.

I. STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi yang dinamis dan sederhana, dapat memacu perkembangan organisasi atau sekolah, sekaligus menciptakan iklim organisasi yang sehat. Garis komando dan garis koordinasi akan baik apabila struktur organisasi dibuat dengan baik pula. Misalnya, struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan visi dan misi sekolah.

II. BUDAYA ORGANISASI

Konsep mem”budayakan organisasi”, penting dalam mencapai kemajuan sekolah mencapai SSN. Budaya organisasi dibangun atas dasar sumberdaya-sumber daya yang dimiliki untuk membangun intergritas dan komitmen guru dan pegawai. Keduanya, diwadahi oleh suatu bentuk struktur organisasi yang mampu membangun semangat kerja guru. Dengan kata lain, integritas dan komitmen guru dan pegawai berada dalam kerangkan ”hirarki” struktur organisasi yang dinamis, misalnya menekankan pada the right man on the right job, empowerment, keadilan, dan lain-lain. Disisi lain, seluruh sumber daya yang ada dikerahkan dalam rangka kinerja yang menghasilkan kualitas dan pencapaian kepuasan ”pelanggan”, yaitu masyarakat sebagai konsumen (pengguna jasa).
Strategi SMP96 2
Kompetitor yang dimaksud adalah pesaing dalam prestasi sekolah, dimana memang diakui bahwa sekolah kompetitor ini memiliki keunggulan, khususnya dalam bidang prestasi akademik. Namun demikian, SMPN 96 Jakarta bukan berarti tidak memiliki prestasi akademik yang baik, seringkali peringkat SMPN 96 berada pada peringkat ”ketiga”. Sedangkan, prestasi non akademik selalu dalam persaingan, misalnya SMPN 96 unggul dalam bidang olah raga, pencak silat, dan lain-lain.

III.PENGEMBANGAN SDM

Untuk memacu dan mencapai sekolah SSN tersebut, Kepala Sekolah telah membuat suatu ancangan yaitu melakukan pengembangan SDM guru dan pegawai, yaitu melalui seleksi, rekrutmen, dan training atau diklat. Pada kebanyakan sekolah, seleksi dan rekrutmen tidak ada, hal ini karena guru dan pegawai pada umunya diangkat melalui SK dari Pemda. Oleh karena itu, strategi pengembangan SDM dititik beratkan pada training atau pendidikan dan pelatihan, mengaktifkan MGMP, guru sejenis di sekolah, penelitian pendidikan dengan tutor sebaya antar guru dan lain-lain. Konsep pengembangan SDM guru dan pegawai tersebut dapat dilihat pada skema berikut:
Strategi SMP96 3

Melalui strategi pengembangan yang dititik beratkan pada treatmen tarining (diklat) dalam rangka meningkatkan kompetensi yang dimiliki setiap guru. Dengan treatment tersebut diharapkan Kepala Sekolah memiliki catatan-catatan penting sumber daya guru, untuk digunakan pula sebagai ”grading”, misalnya kelayakan menjadi Calon Kepala Sekolah, Guru Berprestasi, layak menjadi Wakil Kepsek dan Staf, layak menjadi Wali Kelas, dan lain-lain.
Ketiga ”Strategi SDM” yang dijalankan Kepala Sekolah yang telah diuraikan tersebut, tujuannya adalah menciptakan SDM guru yang profesional oleh karena kompetensi yang ada selalu dalam perubahan-perubahan melalui treatment pelatihan atau yang sejenisnya, dan apabila memungkinkan upaya memberikan peluang untuk peningkatan pendidikannya pada jenjang yang lebih tinggi. Upaya peningkatan kompetensi guru dan pegawai tersebut harus terus menerus dilakukan secara berkesinambungan. Dalam banyak hal, seringkali penugasan seminar, penataran atau sejenisnya seringkali hanya guru-guru itu-itu saja, hal ini haruslah dihindari karena menghambat tercapainya pengembangan SDM.
Contoh lain, untuk melakukan pembelajaran melakukan supervisi kelas dapat saja dikolaborasi dengan pendelegasian kepada wakil, staf atau koordinator guru mata pelajaran. Di SMPN 96 untuk hal yang terakhir belum dilakukan. Seringkali terjadi, paradigma lama adalah supervisi hanya dilakukan oleh Wakasek atau Staf. Selayaknya, sebagai suatu pembelajaran, supervisi dapat didelegasikan pula kepada koordinator guru mata pelajaran pada tahun itu. Dan pada ketika lain, maka guru koordinator sudah digantikan guru lain yang juga dapat diberikan kewenangan untuk melakukan supervisi kelas.
Pada bagian akhir dari upaya mencapai SSN tersebut, yaitu bagian penting dalam pendidikan yaitu berlangsungnya proses KBM. Diharapkan setelah kondisi-kondisi tersebut (struktur organisasi yang dinamis, budaya organisasi dan pengembangan SDM) dapat dilakukan ”step by step”, bersamaan dengan Kepemimpinan Kepala Sekolah yang ada (yang mendukung) melaksanakan secara bersama-sama proses pendidikan (proses KBM) sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Semua strategi yang digagas oleh Kepala Sekolah jika dilakukan dengan sebaik-baiknya penuh dengan komitmen, diharapkan tujuan (goal) SMPN 96 Jakarta menjadi sekolah dengan label SSN … insyallah dapat tercapai.

Sumber Inspirasi Tulisan: Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s