Pembelajaran untuk PTK


Permasalahan Pembelajaran

Selama ini dirasakan adanya kesan bahwa peserta didik kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran IPS. Dalam pembelajaran IPS model ceramah, tanya jawab, dan pemberian tugas tidak digunakan secara mandiri. Model ceramah biasanya sudah divariasikan dengan tanya jawab serta dilengkapi dengan pemberian tugas.
Walaupun demikian penggunaan model ceramah masih lebih dominan dibanding model pembelajaran lainnya. Komunikasi yang terjadi hanya satu arah dari guru kepada peserta didik. Interaksi diantara sesama peserta didik hampir tidak ada. Guru menjadi pusat perhatian peserta didik dan seolah-olah menjadi sumber informasi tunggal. Kenyataan ini bertambah parah bila buku referensi yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah peserta didik. Sehingga proses pembelajaran didominasi dengan kegiatan mencatat. Pada akhirnya guru gagal menciptakan suasana dialogis dalam pembelajaran di kelas.
Dalam proses pembelajaran semacam itu peserta didik hanya berperan sebagai penerima informasi materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Sehingga peserta didik tidak dapat berperan aktif dalam pembelajaran. Informasi materi pelajaran yang diperoleh dari guru lebih banyak mengandalkan indera pendengaran. Dalam situasi itu indera lain yang dimiliki oleh peserta didik tidak dapat difungsikan secara optimal. Peserta didik akan memahami pelajaran IPS hanya sebagai materi hafalan. Padahal kemampuan menghafal merupakan kemampuan intelektual paling rendah menurut taxonomi Bloom. Peserta didik merasakan materi pelajaran IPS sebagai beban belajar yang menjenuhkan bukan sebagai tantangan. Kejenuhan peserta didik terhadap suatu mata pelajaran akan diikuti dengan turunnya prestasi belajar. Indikator dari turunnya presasi belajar itu dapat diketahui dari analisis butir soal, daya serap, rata-rata nilai ulangan harian, dan ulangan blok dari waktu ke waktu.

Konsep Pemecahan Masalah

Untuk menumbuhkan minat dan motivasi peserta didik belajar IPS diperlukan pembaharuan model-model pembelajaran yang inovatif. Model pembelajaran yang memungkinkan suasana dialogis agar peserta didik dapat terlibat secara aktif selama pembelajaran. Suasana pembelajaran dikondisikan sedemikian rupa sehingga tercipta interaksi diantara sesama peserta didik. Hal ini untuk menghapus kesan komunikasi yang hanya berjalan satu arah, dari guru ke peserta didik. Diharapkan peserta didik dapat menggali dan menemukan sendiri informasi tentang materi pelajaran. Sehingga peserta didik dapat merasakan belajar IPS sebagai tantangan bukan sebagai beban.
Penggunaan model pembelajaran yang tepat memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien. Ketepatan pemilihan model pembelajaran didasarkan atas tiga hal. Pertama, kompetensi dasar yang akan dicapai; Kedua, karakteristik siswa; Ketiga, sifat materi pelajaran. Kompetensi dasar merupakan kemampuan yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran berlangsung. Kompetensi dasar biasanya telah dirumuskan secara singkat, jelas, dan spesifik. Perumusan seperti itu dimaksudkan agar mudah dilaksanakan serta dapat terukur tingkat ketercapaiannya. Karakteristik peserta didik meliputi jenis kelamin, kemampuan inteligensi, keterampilan berbahasa, gaya belajar, serta indera.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) selama ini dipahami sebagai terjemahan dari social studies. Oleh karena itu IPS merupakan mata pelajaran yang bahan kajiannya berasal dari paduan ilmu-ilmu sosial seperti sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, dan antropologi. IPS juga dapat dipahami sebagai ilmu-ilmu sosial yang telah disederhanakan untuk kepentingan pendidikan. Sumber materi pelajaran IPS adalah fakta, konsep, dan generlisasi. Fakta merupakan data atau informasi tentang kehidupan yang dikumpulkan oleh ilmuwan sosial dan kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. Fakta mempunyai kekuatan menjelaskan secara terbatas. Sekumpulan fakta yang saling berkaitan akan membentuk konsep. Konsep merupakan kesepakatan untuk penamaan sesuatu serta merupakan alat intelektual untuk membantu berpikir serta memecahkan masalah. Sedangkan generalisasi ialah sejumlah konsep yang saling berkaitan atau dengan kata lain pernyataan tentang hubungan sejumlah konsep.
Model pembelajaaran cooperative learning dapat dijadikan solusi untuk mengatasi permasalahan pembelajaran IPS. Model cooperative learning merupakan strategi pembelajaran dengan sekelompok kecil peserta didik untuk belajar bersama-sama serta saling membantu untuk menyelesaikan tugas-tugas akademik. Interaksi antar peserta didik dalam kelompok belajar itu dapat mengkondisikan terjadinya hubungan saling memberi dan menerima informasi, ide, pemikiran, atau pendapat. Peserta didik yang memiliki kecakapan intelektual lebih tinggi dapat mengajari peserta didik lainnya yang tingkat inteligensinya rendah. Dengan demikian telah terjadi hubungan tutorial. Model pembelajaran cooperative learning dapat menghindari terjadinya komunikasi satu arah. Dapat mengurangi peran guru sebagai pusat perhatian peserta didik serta sebagai sumber informasi tunggal.
Penggunaan model pembelajaran cooperative learning dapat menumbuhkan inisiatif dan kreativitas peserta didik. Melalui penugasan secara berkelompok, peserta didik dapat menyelesaikannya dengan bekerja sama yang saling menguntungkan. Tugas yang diberikan seyogyanya dapat diselesaikan dalam jam pelajaran tatap muka. Sehingga peserta didik dapat merasakan tugas sebagai tantangan bukan sebagai beban belajar. Pembelajaran cooperative learning dapat diaplikasikan secara bervariasi. Model pembelajaran yang telah penulis gunakan antara lain : pertama, Kepala Bernomor Struktur; Kedua, Dua Tamu dan Dua Tinggal; Ketiga, Diskusi silang kelompok; dan Keempat; Model Tim Ahli

Sumber Tulisan: Dari Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s