Pembelajaran Inquiry


Pembelajaran untuk suatu mata pelajaran, terlebih lagi pada materi atau pokok bahasan tertentu diperlukan suatu strategi pembelajaran yang tepat, menyenangkan siswa dan mudah dilakukan oleh guru dan siswaKardi (2003) menyatakan bahwa inkuiri pada dasarnya dipandang sebagai suatu proses untuk menjawab pertanyaan dan memecahkan masalah berdasarkan fakta dan observasi. Dari sudut pandang pembelajaran, model umum inkuiri adalah strategi belajar mengajar yang dirancang untuk membimbing siswa bagaimana meneliti masalah dan pertanyaan berdasarkan fakta.

Sedangkan menurut Roestiyah (1991), inkuiri adalah cara guru mengajar yang pelaksanaannya guru memberi tugas meneliti sesuatu masalah di kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti atau membahas tugas di dalam kelompok, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan, lalu dibuat laporan yang tersusun dengan baik.

Keunggulan-keunggulan metode inkuiri menurut Roestiyah (1998) yaitu: 1) dapat membentuk dan mengembangkan “sel-concept” pada diri siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide lebih baik; 2) membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru; 3) mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersikap obyektif, jujur dan terbuka; 4) mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesisnya sendiri; 5) memberi kepuasan yang bersifat intrinsik; 6) situasi proses belajar menjadi lebih merangsang; 7) dapat mengem-bangkan bakat atau kecakapan individu; 8) memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri; (9) siswa dapat menghindari siswa dari cara-cara belajar yang tradisional; 10) dapat memberikan waktu pada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.

Pembelajaran inkuiri dapat mengoptimalkan keterlibatan pengalaman langsung siswa dalam proses pembelajaran. Peran guru di dalam pembelajaran inkuiri sebagai pemberi bimbingan, arahan jika diperlukan oleh siswa. Tahapan-tahapan inkuiri menurut Hamalik (2004) yaitu: 1) mengajukan pertanyaan-pertanyaan; 2) merumuskan masalah; 3) merumuskan hipotesis-hipotesis; 4) merancang pendekatan investigatif yang meliputi eksperimen; 5) melaksanakan eksperimen; 6) mensintesiskan pengetahuan;7) memiliki sikap ilmiah, antara lain objektif, ingin tahu, keterbukaan, menginginkan dan menghormati model-model teoritis, serta bertanggung jawab.

Sedangkan Langkah-langkah inkuiri menurut Sanjaya (2007:199) yaitu: 1) orientasi; 2) merumuskan masalah; 3) mengajukan hipotesis;4) mengumpulkan data; 5) menguji hipotesis; dan 6) merumuskan kesimpulan.

Langkah-langkah pembelajaran inkuiri menggunakan langkahlangkah
dari gabungan pendapat Hamalik dan Sanjaya, yaitu: 1) mengajukan
pertanyaan-pertanyaan, 2) merumuskan masalah; 3) merumuskan hipotesis-hipotesis; 4) mengumpulkan data; dan 5) merumuskan kesimpulan.

Keberhasilan kegiatan pembelajaran ditentukan oleh bagaimana kegiatan interaksi dalam pembelajaran tersebut. Semakin aktif siswa selama pembelajaran, semakin banyak pula pengalaman belajar yang akan diperoleh siswa dan tujuan pembelajaran akan tercapai.
Aktivitas merupakan segala sesuatu yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai tujuan. Tanpa ada aktivitas maka proses belajar tidak akan berlangsung dengan baik. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan siswa dalam belajar, maka proses pembelajaran yang terjadi akan semakin baik. Menurut Sardiman (1994), belajar adalah berbuat dan sekaligus proses yang membuat anak didik harus aktif. Aktivitas belajar merupakan prinsip atau azas yang sangat penting di dalam interaksi belajar mengajar.

Ibrahim dan Syaodih (1996) menyatakan bahwa dalam pengajaran siswalah yang menjadi subjek, dialah pelaku kegiatan belajar. Agar siswa berperan sebagai pelaku dalam kegiatan belajar, maka guru hendaknya merencanakan pengajaran yang menuntut siswa banyak melakukan aktivitas belajar. Aktivitas yang diamati pada penelitian ini yaitu diskusi dalam kelompok, membuat hipotesis, merencanakan kegiatan, melaksanakan kegiatan, dan mengambil kesimpulan.

Sumber Tulisan:
Reni Dewi Mailani (1), Agus Suyatna (2), I Dewa Putu Nyeneng (2)
1. Alumnus Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unila
2. Dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unila

One thought on “Pembelajaran Inquiry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s