Role Playing: RENCANA TINDAKAN


Lanjutan…………..ROLE PLAYING

Guna meningkatkan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris siswa SMP N 96 Jakarta, peneliti menggunakan Role Play sebagai bentuk kegiatan pembelajaran bahasa Inggris di kelas. Pada setiap tatap muka selama 2 x 40 menit, siswa diminta secara aktif melakukan praktik bahasa(bertanya dan menjawab dalam bahasa Inggris) pada situasi tertentu dalam kelompok kecil (yang terdiri dari 3-5 siswa). Dengan perlakukan seperti ini, didapatkan asurnsi bahwa kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris siswa SMP N 96 Jakarta akan meningkat. Adapun bagian detilnya akan didapatkan setelah penelitian ini dilakukan, dan itu akan disampaikan pada bagian kesimpulan.

Setting penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMP N 96 Jakarta, dengan subjek siswa kelas VIII dengan jumlah siswa sebanyak 40 siswa. Pertimbangan dan alasan adalah siswa kelas tersebut memiliki nilai akademik rendah, deng prosentase ketuntasan KKM hanya 56% dan rata-rata nilai yang dicapai 6,0 sedangkan target KKM untuk Bahasa Inggris di kelas VIII secara pararel adalah 6,5.
Peneliti adalah guru bahasa Inggris, yang sudah sekitar 10 tahun mengajar bidang studi bahasa Inggris di sekolah tersebut. Sekolah itu terletak di daerah industri di pinggiran kota dimana sangat rentan terhadap munculnya masalah-masalah sosial yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran sjswa.

Persiapan penelitian
Untuk mendapatkan refleksi awal, peneliti melakukan tes awal yang berbentuk tes interview. Tes awal ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi siswa sebenarnya tentang kemampuan berbicara siswa dalam bahasa Inggris. Setelah peneliti mengetahui gambaran awal, peneliti melakukan persiapan penelitian yang antara lain, menyusun rencana pengajaran sekaligus menyusun materi pembelajaran dalam bentuk Role Play, membuat media pembelajaran (kartu, students’ worksheet, gambar, type recorder) dan membuat instrumen penelitian.

Siklus Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan 3 siklus. Dan setiap siklus kecil berlangsung selama 2×40 menit. Pembagian siklus menjadi ke-3 siklus dimaksudkan karena setiap siklus memiliki karakter dan tujuan yang berbeda-beda.
Siklus I memiliki karakter bahwa materi yang diberikan kepada siswa sebagian besar merupakan materi kelas I (satu), dan masih sederhana. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan sekaligus meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri siswa karena materi-materi itu pada dasarnya sudah dikenal siswa pada saat kelas 1. Siklus II, materinya dikembangkan satu tingkat grade-nya di atas materi siklus 1. Tujuan yang ingin dicapai adalah disamping untuk meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri siswa, sekaligus untuk meningkatkan fluency. Sementara itu siklus III, bobot materinya hampir sama dengan materi pada siklus II. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa, fluency dan accuracy. Topik atau tema pada masing-masing siklus dapat dilihat pada bagian selanjutnya.
Sementara itu, yang dimaksud dengan siklus kecil adalah suatu kegiatan pembelajaran yang menyajikan satu anak tema atau topik tertentu dalam satu tatap muka selama 80 menit (2 x 40 menit). Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu, planing, acting, observing, dan reflecting.

Instrumen Penelitian
Untuk mendukung validitas, penelitian ini menggunakan instrumen-instrumen sebagai berikut; interview, questionaire, field notes, skala penilaian dan intsrumen lain berupa perangkat elektronika. Instrumen-instrumen tersebut dimaksudkan agar didapatkan triangulasi data.

Sumber Tulisan: SMA Kosgoro Kuningan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s