PTK Seni Rupa


Latar Belakang Masalah
Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya selalu terkait dengan unsur seni, baik disengaja maupun tidak disengaja. Unsur seni rupa akan tampak pada barang yang dibuat, baik untuk kebutuhan ritual, kegunaan praktis, maupun perlengkapan hidup sebagai seni rupa terapan. Kehadiran seni rupa pada awalnya tidak disengaja, akan tetapi kemudian menjadi kebutuhan sehari-hari seiring dengan taraf kemajuan peradaban manusia.
Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa berbudaya dan memiliki berbagai ragam kesenian yang bernilai tinggi. Sejak zaman nenek moyang hingga sekarang, budaya bangsa Indonesia tetap dikagumi oleh bangsa-bangsa lain berkat kejayaan dan kekayaan kesenian yang dimiliki. Kekayaan dan kejayaaan seni bangun, seni tari, seni musik, dan seni rupa serta seni teater dapat mendukung perkembangan nilai budaya nasional.
Oleh karena itu, pendidikan seni rupa hendaknya mengacu pada pokok-pokok gagasan, ide dan penggalian serta pengembangan nilai-nilai budaya Indonesia yang telah lama berakar dan berbudaya di seluruh Nusantara. Untuk kemudian dapat dipadukan pula dengan perkembangan zaman.
Dalam apresiasi karya seni rupa terapan Nusantara, guru diharapkan memiliki pemahaman tentang keunikan karya seni rupa mengenai gagasan (ide), teknik, dan bahan karya seni rupa. Setiap karya seni rupa memiliki keunikan sendiri-sendiri. Unik berasal dari kata unique (bahasa Inggris) yang artinya tunggal, hanya satu, tidak ada bandingannya (tiada menyamai). Karya seni rupa yang unik artinya karya seni rupa yang unik artinya karya seni yang tiada bandingannya atau tidak ada yang menyamai, tunggal atau hanya satu cirri bentuk yang dimilikinya. Oleh karena itu, karya yang unik bisa menjadi spesifik (istimewa atau khas). Bahkan, karya tersebut dapat terasa aneh karena belum pernah ada sebelumnya.
Salah satu unsur yang ikut menentukan di dalam kerberhasilan pembelajaran seni rupa adalah berkreasi seni kriya terapan. Banyak hal-hal yang dapat dilakukan oleh seorang guru seni rupa agar siswanya dapat berkreasi seni kriya terapan dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.
Guru mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang berat dalam mengantarkan siswa-siswanya melalui proses pembelajaran untuk mendapatkan pengalaman baru. Menjadi suatu keharusan bagi setiap guru untuk kreatif menggali cara-cara yang dapat mendorong siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Seorang guru yang memiliki persiapan yang dirancang dengan matang, akan mempermudah dalam pencapaian prestasi belajar yang diinginkan.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran seni rupa, siswa diharapkan mampu berkreativitas karya seni rupa. Salah satu langkah pelaksanaan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran seni rupa adalah melalui berkreativitas seni kriya terapan dengan memanfaatkan limbah industri, benda alam, dan lain-lain. Salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan dalam membuat karya seni rupa, khususnya karya seni rupa terapan adalah limbah kertas foto dan sari nanas.
Meningkatkan prestasi belajar siswa di dalam berkreativitas seni kriya terapan tidaklah mudah. Berkreativitas dengan menggunakan media tertentu hanya akan membatasi kreasi siswa sehingga pemikiran-pemikiran atau gagasan-gagasan mereka tidak berkembang di dalam mengekspresikan suatu bentuk karya seni kriya terapan, akibatnya hasil yang diharapkan tidak maksimal.
Salah satu cara yang dilakukan untuk memaksimalkan kreativitas siswa dalam berkarya seni rupa adalah berkreativitas seni kriya terapan dengan memanfaatkan limbah benda industri dan buah nenas, sehingga siswa leluasa untuk mengekspresikan suatu bentuk karya seni kriya terapan.
Proses pembelajaran dibatasi pada lingkup masalah yang diulas pada karya tulis ini adalah sebatas berkreativitas seni kriya terapan dengan memanfaatkan limbah benda alam, sebagai media untuk mengembangkan gagasan-gagasan siswa di dalam mengekspresikan suatu bentuk seni kriya terapan. Selain itu, karya tulis ini juga dibatasi dengan asumsi-asumsi bahwa data-data yang digunakan benar adanya dan metode yang digunakan dianggap memadai.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka oleh peneliti, hal tersebut diangkat sebagai tindakan dalam penelitian kelas, dengan judul : Pemanfaatan Limbah Kertas Foto dan Buah Nanas dalam Kreativitas Seni Rupa Terapan Nusantara sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Seni Rupa Siswa Kelas VIII SMP Negeri 96 Jakarta.

Identifikasi Masalah
a.apakah seni rupa terapan nusantara dapat dikembangkan menurut kreativitas dan kemampuan siswa
b.apakah seni kriya terapan dapat dibuat dengan keahlian/keterampilan tangan yang dapat dipakai untuk kepentingan sehari-hari.
c.apakah limbah benda industri dan benda alam, seperti sisa buah nenas dan kertas foto dapat diproses produksi menjadi sebuah karya seni rupang.
d.apakah prestasi belajar seni rupa dapat ditingkatkan melalui pembuatan karya seni terapan dengan limbah kertas foto dan buah nenas
e.apakah proses pembelajaran senir rupa melalui model kerja kelompok dapat diterapkan untuk meningkatkan prestasi belajar seni rupa

Perumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan yang telah diulas di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimanakah proses pembelajaran model pemanfaatan limbah kertas foto dan sari buah nanas diterapkan dalam membuat karya seni terapan nusantara?
2. Bagaimana hasil pembelajaran seni rupa melalui penugasan membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan limbah kertas foto dan buah nenas dapat meningkatkan prestasi belajar seni rupa siswa kelas?

Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajara seni rupa melalui pemanfaat limbah kertas foto dan buah nenas dalam membuat karya seni rupa terapan
2. Untuk mengetahui perkembangan kreativitas siswa di dalam berolah seni kriya terapan dengan memanfaatkan limbah benda alam.
3. Untuk menginformasikan kepada guru sebagai pendidik dan pengajar agar selalu berupaya untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran dengan berinteraksi langsung dengan lingkungan sektiarnya dalam bentuk pemanfaatan limbah kertas foto, buah nenas dan lain-lain.

Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil tulisan ini adalah :
1. Siswa mudah mendapatkan media kriya, hemat biaya dan menjadi lebih kreatif mengembangkan bentuk-bentuk seni kriya terapan;
2. Bagi guru, dapat mengembangkan proses pembelajaran seni rupa di kelas
3. Kemampuan berkreativitas seni rupa terapan nusantara akan mengalami peningkatan prestasi belajar
4.Penelitian lanjutan, bagi guru dan mahasiswa pendidikan seni rupa dapat dijadikan referensi atau rujukan untuk melakukan penelitian lanjutan

Info: Bagi yang berminat Hub. 081288916797

Sumber Inspirasi Tulisan:
1.Tampil Berkarya, Seni Rupa 2, Sukimin AW dan Edy Sutandar, TS, 2008
2.Kesenian untuk SMP Kelas VIII, Tim MGMP Kesenian Jakarta, Tunas Melati, 2004
3.Berbagai Sumber

4 Comments Add yours

  1. ri2n mengatakan:

    yups,,, setuju,,,, kreatifitas guru dapat memancing semangat belajar siswa.

  2. Ninik mengatakan:

    bisa minta file lengkapny ndak?

    1. siswandi adinugroho mengatakan:

      untuk apa yah…

  3. nuraiman mengatakan:

    pak kami mohon bantuan bapak kiranya file lengkapnya bisa kami jadikan contoh untuk kami terapkan di sekolah kami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s