Menulis Eksposisi


Secara harfiah, kata eksposisi berarti uraian yang bertujuan membeberkan atau memaparkan sesuatu. Karangan eksposisi adalah karangan yang isinya memaparkan atau membeberkan suatu pokok pikiran atau persoalan-persoalan sejelas-jelasnya.
Umumnya, persoalan yang dipaparkan adalah hal-hal yang masih terselubung atau baru sehingga informasinya dapat memperluas wawasan pembaca. Dengan mengungkap (mengekspos) suatu persoalan secara gamblang dan mendudukkannya dalam persepektif yang tepat, pembaca dapat memahami suatu persoalan secara mudah dan jelas.
Karangan eksposisi berisi uraian-uraian ilmiah yang disampaikan dengan bahasa yang denotatif, lugas, dan objektif. Tanpa disisipi maksud mempengaruhi pembaca. Bahasanya bersifat deklaratif, bukan persuasif. Penulis tidak punya kepentingan tersembunyi selain mengkomunikasikan apa yang diketahui kepada masyarakat luas.
Karangan eksposisi biasanya digunakan untuk mensosialisasikan temuan baru, menjelaskan konsep/istilah-istilah baru, atau mensosialisasikan produk-produk baru kepada masyarakat luas.
Untuk dapat menulis karangan eksposisi, penulis harus mempunyai pengetahuan awal yang memadai tentang topik yang ditulis. Pengetahuan ini dapat berasal dari hasil analisis secara kritis dan mendalam. Selanjutnya, pengetahuan awal itu diperdalam dan diperkaya dengan penelitian, pengkajian, referensi, wawancara dengan narasumber dan sebagainya. Karangan eksposisi tidak boleh ditulis atas dasar dugaan, anggapan, apalagi rekaan karena akan dapat menyesatkan pengetahuan pembaca.

Untuk dapat menulis karangan eksposisi dengan baik, penulis perlu memiliki metode dalam mengembangkan paragraf eksposisi. Kelima metode tersebut dijelaskan oleh Suryanto dan Haryanta (2006:84), sebagai berikut:

(a) Metode Pembatasan Pengertian (Definsi)
Ciri dari metode ini adalah digunakannya konjungsi adalah, ialah, dan yaitu. Dengan metode ini, suatu istilah atau hal dijelaskan batas-batas pengertiannya dengan uraian kata-kata secara tepat. Dalam uraian pengertian ini, diungkapkan sifat-sifat hakiki, mendasar, dan prinsipal, serta unsur-unsur pokok dari hal yang dijelaskan.

(b) Metode Penggolongan (Klasifikasi)
Penulis mengelompokkan hal-hal yang sejenis atau mempunyai kesamaan tertentu. Pengelompokkan dilakukan dengan menyatukan hal-hal sejenis dalam satu kelompok dan memisahkan hasil pengelompokkan itu dari kelompok lainnya. Dengan metode ini, akan tampak jelas korelasi antara hal satu dengan hal lain.

(c) Metode Pengenalan Ciri (Identifikasi)
Pemaparan suatu persoalan dilakukan dengan menyebutkan ciri-ciri, sifat-sifat khusus, atau karakteristik sesuatu secara mendetail sehingga menjadi mudah dikenali keberadaannya.

(d) Metode Pembandingan (Komparasi)
Dengan metode ini, pemaparan dilakukan dengan membandingkan hal yang dijelaskan dengan hal lain yang berbeda, tetapi memiliki unsur kesamaan. Dengan menempatkan secara berdampingan akan terlihat sisi-sisi persamaan dan perbedaan di antara kedua hal tersebut.

(e) Metode Proses (Prosedural)
Dalam metode ini, pemaparan dilakukan dengan menjelaskan proses, prosedur atau tata urutan terjadinya sesuatu. Melalui metode ini, penulis berupaya memberitahukan tahap-tahap urutan dan tindakan membuat atau melakukan sesuatu secara terperinci dan runut.

Selain itu, agar penulisan karangan eksposisi menjadi lebih baik maka siswa diharuskan untuk memperkaya diri dengan kata kajian dan istilah-istilah yang berkaitan dengan teknologi informasi.
Untuk memaparkan suatu persoalan dengan jelas dan tepat, penulis harus memahami secara mendalam topik yang dibicarakan. Selain itu, seorang penulis juga harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang topik bersangkutan. Wawasan itu tercermin dalam kemampuannya menggunakan kata-kata ilmiah atau kata-kata kajian secara tepat sesuai konteks pembicaraan. Banyaknya kata kajian yang dipergunakan secara tepat dapat menjadi ukuran luas wawasan penulis. Namun, dalam menggunakan kata kajian, penulis harus dapat menempatkannya dengan tepat dalam kalimat.
Penggunaan kata-kata kajian yang sebagian besar berupa kata serapan bahasa asing itu memiliki beberapa alasan. Kata kajian digunakan karena kata itu masih berupa istilah baru yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Kata tersebut telah mempunyai padanan, tetapi bentuknya terkadang tidak ringkas sehingga kurang efektif untuk mengungkapkan gagasan secara cepat dan tepat. Selain itu, ada juga yang sengaja menggunakan kata kajian untuk menekankan dan meningkatkan kadar keilmiahan tulisannya.

Contoh Eksposisi:

Fungsi Ponsel makin lama makin banyak. Tidak hanya untuk komunikasi dan hiburan, ponsel juga semakin populer sebagai pendukung transaksi pembayaran. Di negara-negara Skandinavia, ponsel banyak digunakan untuk transaksi perbankan. Di Jepang beda lagi, di sana ponsel bahkan dapat digunakan untuk membayar minuman ringan (soft drink).
Coca-Cola Jepang mengumumkan, sekitar 200.000 mesin penjual soft drink yang dikelolanya di Jepang mampu menerima pembayaran melalui ponsel pada akhir tahun 2006. Guna mendukung transaksi pembayaran melalui ponsel tersebut, Coca-Cola bekerja sama dengan Felicia, layanan kartu kredit seluler yang dikembangkan operator seluler NTT DoCoMo dan raksasa elektronik Sony Corp.
Untuk membayar minuman melalui ponsel, pengguna cukup mendekatkan ponsel ke mesin penjual minuman. Kemudian, tagihan belanja disertakan dalam tagihan telepon bulanan. Tidak hanya memudahkan pelanggan, pembayaran melalui ponsel juga meningkatkan efesiensi Coca-Cola. Pembayaran elektronik menuntut biaya pembayaran dengan uang.
Layanan kartu kredit seluler Felicia semakin populer di antara masyarakat Jepang. Dengan layanan itu, pengguna dapat berbelanja atau membayar tiket angkutan umum tanpa perlu membawa kartu kredit atau uang tunai


Sumber Tulisan:Suryanto dan Haryanta (2006: 84),

One thought on “Menulis Eksposisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s