membaca output SPSS


Kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan masalah penting bagi berbagai kelompok dan individu yang terkait dengan perusahaan tersebut, misalnya pemilik modal (investor), kreditor (bank), supplier, konsumen, pemasok dan pihak-pihak lain yaitu tenaga kerja dan pemerintah.

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan masalah penting bagi berbagai kelompok dan individu yang terkait dengan perusahaan tersebut, misalnya pemilik modal (investor), kreditor (bank), supplier, konsumen, pemasok dan pihak-pihak lain yaitu tenaga kerja dan pemerintah.
Pihak kreditor perlu mengetahui seberapa besar perusahaan dalam kemampuannya melakukan pembayaran utangnya. Pihak kreditor juga, sangat berkompeten dengan kekuatan-kekuatan tingkat pengembalian (return) dari modal yang telah diinvestasikan, antara lain dalam bentuk deviden dan kenaikan laba. Dilain pihak, pengguna jasa/produk juga mempertanyakan apakah perusahaan tersebut memiliki kemampuan kelangsungan penyediaan barang atau jasa sesuai dengan kontrak yang telah dibuat. Kemampuan-kemampuan tersebut, dapat dilihat atau dianalisa dari kondisi suatu perusahaan yang dilakukan oleh para pimpinan perusahaan dengan analisis terhadap posisi keuangan. Berdasarkan atas informasi yang terdapat dalam laporan keuangan tersebut, maka akan dapat menolong dalam hal perencanaan dan evaluasi perusahaan.
Dalam hal ini, maka jenis analisis tersebut bermacam-macam sesuai dengan kepentingang pihak-pihak yang melakukan analisis. Misalnya bagi para kreditor dagang maka akan berminat dalam menganalisis tingkat likuiditas perusahaan, oleh karena tagihannya bersifat jangka pendek. Bagi pemberi kredit jangka panjang sebagai contoh obligasi, maka akan berkepentingan terhadap kemampuan perusahaan dalam arus kasnya (cash flow) dalam hubungannya dengan kemampuan melunasi hutang jangka panjangnya. Kemungkinan lain, misalnya bagi para pemilik obligasi akan menganalisa/menilai kinerja keuangan perusahaan dapat dilakukan berdasarkan bagaimana struktur modal perusahaan, sumber-sumber dana dan bagaimana perusahaan dalam penggunaan dana atau dapat dilakukan melalui penganalisaan tingkat kemampulabaan perusahaan.
Salah satu pihak pengguna laporan yang harus dipertimbangkan adalah investor. Investor dan manajer investasi berkepentingan dengan risiko yang melakat dan hasil pengembangan investasi. Pihak-pihak tersebut membutuhkan informasi dalam pengambilan keputusan untuk membeli, Menahan dan menjual investasi serta menilai kemampuan emiten atau perusahaan public untuk memberikan dividen. Dalam kaitan tersebut, maka investor perlu melakukan pengambilan keputusan investasi dengan melakukan peramalan, perbandingan dan evaluasi informasi laporan keuangan, agar dapat dilihat layak/tidaknya investor untuk menginvestasi dananya pada saham perusahaan tersebut.
Disamping mengharapkan dividen sebagai imbalan atas investasi yang dikeluarkan, juga mengharapkan adanya capital gain dari transaksi jual beli saham. Dividen adalah pembagian keuntungan dari perusahaan penerbit saham atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan sedangkan capital gain adalah selisih keuntungan antara harga saham pada saat dijual lebih tinggi dari pada saham saat dibeli. Semakin tinggi permintaan investor menghindari capital loss, yaitu harga saham pada saat dijual lebih rendah dibandingkan harga saham pada saat dibeli.
Fundamental analisis mempunyai konsep dasar bahwa nilai saham sebuah perusahaan tercermin dalam kinerja perusahaan tersebut. Apabila kinerja keuangan perusahaan menunjukkan adanya prospek yang baik, maka nilai jual sahamnya akan diminati investor. Dalam konsep investasi yang tinggi pula. Analisis fundamental dimulai dengan menganalisis potensi perusahaan dari sisi keuangan, dengan mempelajari laporan keuangan perusahaan dapat diketahui kekuatan dan kelemahan perusahaan, mengidentifikasi perkembangan dan tren perusahaan, mengevaluasi tingkat efisiensi perusahaan dan memperoleh gambaran secara umum karateristik sebuah perusahaan.
Terdapat empat indikator untuk menyatakan suatu pasar modal berkualitas, yaitu ketersediaan informasi (availability of information), likuiditas (Liquidity), efesiensi internal (internal efficiency), dan efesiensi eksternal (external efficiency). Dalam ketersediaan informasi tersebut, yaitu bahwa pasar modal dikatakan efesien bila semua harga-harga saham merefleksikan informasi-informasi yang tersedia, informasi tersebut antara lain tingkat inflasi, kurs rupiah terhadap US dollar, berapa besar tingkat suku bunga saat ini, dan lain-lain.
Tingkat keuntungan yang diharapkan adalah return yang diharapkan diperoleh bagi investor di masa mendatang, namun demikian hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai risiko. Karena tingkat keuntungan dan risiko merupakan dua hal yang tidak dapat terpisahkan, dimana risiko merupakan variabilitas dari return terhadap return yang diharapkan. Terdapat dua risiko yang mempengaruhi return yang diharapkan, yaitu risiko sistematis (systematics risk) dan risiko tidak sistematis (unsystematics risk). Pada risiko sistematis, dipengaruh oleh beberapa faktor antara lain inflasi, tingkat suku bunga, kurs valuta asing, dan lain-lain. Sedangkan risiko tidak sistematis antara lain disebabkan oleh faktor-faktor internal perusahaan yang lebih disebabkan oleh financial risk misalnya likuiditas perusahaan, kegagalan dalam aktivitas pemasaran, dan lain-lain.
Pada risiko sistematis, seperti diketahui semenjak adanya krisis juga memberikan dampak pada nilai tukar US$ terhadap rupiah, dimana selama krisis tersebut kondisi rupiah terus melemah hingga mencapai harga Rp.14.000,0 per US$ yang terjadi pada tahun 1997 dan sampai dengan saat ini nilai tukar rupiah terhadap US$ berkisar antara Rp.9.000,- – Rp.10.000,-. per US$. Tentunya kondisi demikian menjadikan ketimpangan berbagai kegiatan usaha pada berbagai macam sektor industri. Akibat lebih jauh dari keadaan terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap US$ tersebut pada awal krisi banyak perusahaan-perusahaan yang mengalami kebangkrutan, yang pada akhirnya tentu saja berdampak pada tingkat kesehatan keuangan perusahaan. Apalagi apabila perusahaan yang menggunakan bahan baku produksi yang harus didatangkan dari luar negeri (impor), maka menjadikan biaya bahan baku produksi akan meningkat oleh karean transaksi dilakukan dengan valuta asing (USDollar).
PT. Maju Kena Mundur Kena, Tbk, adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang Teknologi Informasi (TI) yang sudah tercatat di bursa efek (go public). Dalam kegiatan usahanya, hingga tahun 2005 hasil kegiatan bisnisnya dengan pencapaian total penjualan sebesar Rp.1,5 trilyun naik sebesar 19,28% dibandingkan tahun sebelumnya (2004). Dimana, laba kotor perusahaan meningkat 15,41% menjadi Rp.184 miliar dan laba usaha tumbuh mencapai sebesar 32,29% menjadi Rp.66,24 miliar. Pencapaian yang lebih penting adalah laba bersih perusahaan yang meningkat sebesar 33,08% dibandingkan tahun 2004 menjadi sebesar Rp.61,81 miliar diakhir tahun 2005. Berdasarkan informasi tersebut, maka dapatlah diketahui bahwa selama dua tahun terakhir kinerja keuangan perusahaan dalam keadaan profitable.
Dikaitkan dengan kondisi perekonomian nasional dan kondisi perusahaan saat ini yang telah diuraikan diawal bab ini, maka harga saham perusahaan di bursa efek, diperkirakan lebih dominan dipengaruhi oleh keadaan eksternal dan internal perusahaan.
Melalui uraian tersebut di atas, dengan menganalisis perkembangan harga saham dengan beberapa faktor yang mempengaruhinya tersebut, maka judul penelitian ini adalah : “Analisis Pengaruh Inflasi, Kurs USD, Penjualan, dan Debt to Equity terhadap Earning per share (EPS) Pada PT. MKMK, Tbk”.

Rumusan Masalah
Kajian dalam penelitian ini berkaitan dengan kondisi eksternal perusahaan, yang antara lain disebabkan oleh tingkat inflasi, dan tingkat Kurs rupiah terhadap USD, serta kondisi internal yang diwakili oleh faktor pertumbuhan penjualan dan pertumbuhan rasio total hutang. Keempat faktor tersebut merupakan variability dari Earning per share yang diperoleh.
Berdasarkan fenomena yang telah diuraikan di atas, maka rumusan permasalahan dijabarkan sebagai berikut :
a. Apakah terdapat hubungan yang kuat (signifikan) antara Inflasi, Kurs USD, Penjualan, dan debt to equity terhadap Earning per share (EPS)?
b. Apakah terdapat pengaruh yang kuat (signifikan) antara Inflasi, Kurs USD, Penjualan, dan debt to equity terhadap Earning per share (EPS)?
c. Dari keempat faktor (Inflasi, Kurs USD, Penjualan, dan Debt to equity) tersebut manakah yang pengaruhnya paling dominant/kuat terhadap Earning per share (EPS)?
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian
a) Menguji apakah terdapat hubungan kuat antara Inflasi, Kurs USD, Penjualan, dan Debt to equity terhadap Earning per share (EPS) pada PT. MKMK Tbk.
b) Menganalisis apakah terdapat pengaruh yang kuat (signifikan) antara Inflasi, Kurs USD, Penjualan, dan Debt to equity terhadap Earning per share pada PT. MKMK Tbk.
c) Mengetahui manakah dari keempat variabel (Inflasi, Kurs USD, Penjualan, dan Debt to equity) yang memiliki hubungan/pengaruh paling dominant terhadap Earning per share PT. MKMK Tbk.

Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat, antara lain : (a). bagi penulis khususnya dalam mengkaji faktor-faktor yang paling dominan mempengaruhi Earning per share, yaitu khususnya oleh Inflasi, Kurs USD, Penjualan, dan Debt to equity; (b). Lebih mengetahui secara komprehensif tentang pasar modal (saham); dan (c). Selain itu, diharapkan melalui temuan/informasi hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan/referensi guna penelitian yang selanjutnya terutama agar diperoleh gambaran yang lebih lengkap dalam kaitannya dengan perolehan laba bersih per saham.

Berikut ini, penjelasan ringkas hasil penelitian:

Silahkan download: keuangan Keuangan PT.MKMK

2 thoughts on “membaca output SPSS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s