mencoba memahami Ad’ Dhuha


tulisan ini hanya sekelumit pikiran dari saya yang bukan lulusan pondok pesantren, bahkan judulnya pun mungkin salah. Berangkat dari analisa yang sederhana saja tentang kehidupan dan kebajikanya. Berikut sy kutipkan ceritera atau mungkin testimoni tentang manfaat dari orang yang telah melaksanakan sholat DhuhaMANFAAT SHALAT DHUHA
Kamis, 11 Juni 2009 @ 17:26 WIB – Diari

Baru 4 kali Shalat Dhuha, dan gw merasakan manfaat nya. shalat berguna untuk memohon agar rezeky dimudahkan kedatangannya.
Selama ini memang gw ga pernah salat2 sunnah gitu, setelah gw dapat sedikit pengarahan dari salah seorang teman kerja. gw mulai menjalankan nya.
Dan Subhannalah, setelah 4 hari gw menjalankannya, tiba2 ada yang menelfon dan meminta gw tuk datang interview. padahal dulu sulit sekali melamar pekerjaan. setelah gw ingat-ingat…
Memang 4bulan yang lalu (kira2 awal bln Januari 2009) aku mengirimkan surat lamaran via email ke suatu toko online yang membutuh kan operational sistem dan data entry. kupikir lamaran itu sudah tidak berlaku lagi.
Keesokkannya gw datang, dan ternyata tempat itu sudah membuka lowongan kembali. yaitu lowongan sebagai customer service. ya sudahlah walaupun gw bermaksud untuk melamar sebagai data entry sesuai iklan sebelumnya. aku mencobanya untuk lowongan yang baru itu.
Setelah interview 3 kali, 3 kalipula aku bolak-balik ketempat itu (depok-pancoran-(jaksel), gw diberitahu hasilnya kemarin. gw diterima. tetapi setelah diberi tahu rician pekerjaan nya seperti apa, sangat jauh dari skill gw.
gw harus melayani komplain dari semua client via telfon. sedangkan dulu gw pernah bekerja sebagai telemarketing, gw harus menawarkan buku anak2 via telfon. ketika gw berhadapan via telfon, gw mengalami kesulitan dalam menyampaikan pesan yang seharusnya gw sampaikan.
dan gw hanya bertahan 10 hari.
Pokoknya segala sesuatu pekerjaan yang setiap hari nya gw harus berjam-jam berkomunikasi via telfon gw kurang mampu.mugkin karena gw termasuk org yg agak pendiam.
Daripada gw mengecewakan mereka, lebih baik gw mundur. lebih baik gw mengetik data berjam-jam daripada harus berurusan dengan customer yang kecewa karena pelayanan jual-beli berkali-kali, berjam-jam, dan berlain2an wataknya via telfon. gw lebih bisa menghadapi komplain dari customer dengan cara face to face atau berhadapan langsung. karena kalau lewat telfon, karena customer tidak melihat mimik wajah kita. terkadang apa yang kita ucap disalah artikan.
Andai gw orang yang piawai dalam berbicara mungkin gw terima pekerjaan itu.
Semua sudah diatur oleh Nya, Jadi Gw Ga Sedih. mungkin pekerjaan itu Rezeky orang lain yang lebih pantas menerimanya.

1 hal yang gw pelajari, shalat dhuha itu benar ada manfaat nya.maka jangan sepelekan.walau itu bukan salat wajib.hendaknya sebelum beraktivitas sehari-hari kamu, kamu, dan kamu melakukan shalat dhuha terlebih dahulu.

Nah Ini Tata Carana :
Pelaksanaan salat Dhuha seperti salat-salat lainnya (ya ada ruku’ dan sujudnya, tidak kayak salat mayit yg tanpa ruku’ dan sujud). Demikian juga syarat dan rukunnya, sama dengan salat-salat lainnya.
Waktunya pagi hari. Sejak sekitar jam 8,00 pagi (atau kira-kira setelah matahari naik dari peraduannya setinggi tombak) sampai masuknya waktu Dhuhur. Jumlah rekaatnya minimal 2 dan paling banyak 8. Kalau ingin mengerjakan lebih dari 2, maka melakukannya tiap 2 rekaat salam.
Keutamaannya juga sama dengan salat-salat lain. Karena pada dasarnya ibadah apapun itu semakin teratur dilakukan maka semakin baik. Hanya saja, jika dibikin urutan, salat Dhuha itu masih di bawah beberapa salat sunat lainnya. Karena salat Dhuha termasuk jenis salat sunah yang “ghairu muakkad” (tidak begitu dianjurkan untuk dilakukan secara kontinyu). Maksudnya, jika Dhuha saja dilakukan secara teratur, maka salat sunat Rawatib (yang mengiringi salat-salat wajib 5 waktu, qabliyah dan ba’diyah) seyogyanya lebih teratur lagi (istiqamah). Karena Rawatib lebih utama dari Dhuha. Sebagaimana jika Rawatib bisa istiqamah, maka salat Witir harus lebih istiqaamah lagi (karena Witir lebih utama dari Rawaatib, bahkan Witir wajib hukumnya menurut madzhab Hanafiyah).
Adapun surat yang perlu dibaca (setelah al-Fatihah) tidak harus al-Syams dan surat al-Dhuha. Jadi, bila Anda belum hafal kedua surat tersebut, Anda boleh membaca surat lain. Kalaupun nanti Anda sudah hafal kedua surat tsb Anda tetap boleh membaca surat lain, karena kedua surat tsb hukumnya hanya sunah saja.
Tambahan. Seusai melakukan salat Dhuha, sebaiknya membaca doa berikut ini: Allaahumma inna al-dhuha dhuhaauka, wa al-jamaala jamaaluka, wa al-qudrata qudratuka, wa al-‘ishmata ‘ishmatuka. In kaana rizkii fi al-ardhi fa akhrijhu, wa in kaana fi al-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana haraaman fa thahhirhu, bi haqqi dhuhaaika wa jamaalika wa qudratika, ya Allah.
Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya masa pagi ini adalah masa pagiMU, keindahan ini adalah keindahanMU, kuasa ini adalah kekuasaanMU, kenyamanan ini adalah kenyamananMU. Seandainya rizki saya tersembunyi di dalam bumi maka keluarkanlah, jika di langit turunkanlah, jika haram bersihkanlah, berkat kesejatian masa pagiMU, keindahanMU, dan kekuasaanMU, ya Allah.

Tulisan di atas, sy posting dari Facebook sahabat sy: Drs. H. Mahmuddin M.

Sesuai dengan judul tulisan ini, maka jika kita perhatikan baik-baik merujuk pada surah Adhuha, 3 ayat terakhir adalah bagian penting yang merujuk pada perintah ALLAH SWT kepada kaum muslim untuk melaksanakan hablum min nas (hubungan sosial, kemanusiaan) sebak-baiknya, khususnya bagi saudara-saudara kita yang (mhn maaf) yang dikategorikan : yatim/piatu, fakir miskin, orang yang meminta-minta, dll yang perlu bantuan kita.
Lalu, apa hubungannya dengan ceritera di atas, betapa sangat-sangat jauh dari anjuran yang tersirat dan tersurat di dalam surah Adhuha, khususnya pada 3 ayat terakhir….Seringkali, saya ingin menyampaikan kepada teman-teman…jadi lakukan sholat sunnah dhuha penuh dengan harapan keridhoan (ikhlas). …. lalu laksanakan anjuran 3 ayat pada surah tersebut, sama halnya dengan rajinya kita melaksanakan sholat sunnah tersebut, … maka kita juga harus mengiringinya dengan sedekah/sodakoh, infak, zakat dan bentuk-bentuk pemberian pertolongan bagi orang lain.
Jujur … sy hanya beberapa kali saja bahkan hanya hitungan jari pernah melaksanakan sholah sunnah dhuha…, dan saya akui yang sy dengar dr banyak teman bahwa sholat sunnah ini akan mempermudah rizki kita???, dalam hati oh….melaksanakannya sebatas itu (mhn maaf), karena itu sy cari apa sesungguhnya yang tersirat dan tersurat, …..?? TERNYATA, kita diperintahkan untuk melengkapinya dengan anjuran seperti yang ALLAH SWT tunjukkan pada 3 ayat terakhir pada surrah tersebut.

Semoga tulisan ini bermanfaat, kebodohan hanya milik manusia. Hanya ALLAH SWT tempat berlindung.

One thought on “mencoba memahami Ad’ Dhuha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s