INTERNET dan MOTIVASI Belajar Siswa


Internet dapat dijadikan sebagai sebuah sarana dan media pembelajaran bagi para siswa, dengan kemajuan TI dan kebutuhan serta tuntutan pembelajaran yang imajinatif, kreatif dan inovatif internet menjadi salah satu pilihan strategi dalam melaksanakan pembelajaran. Berikut, sebuah tulisan yang mengkaji peranan internet dengan motivasi belajar siswa, untuk memberikan informasi dan wawasan bagi yang membutuhkannya.

PENGARUH PERANAN INTERNET TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA
ABSTRAK

Penelitian dengan tujuan mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari peranan internet terhadap motivasi belajar siswa di SMK, khususnya di kelas XI. Metode yang digunakan adalah korelasi regresi dimana variabel peranan internet sebagai variabel bebas dan motivasi belajar siswa sebagai variabel terikat. Data penelitian diambil dengan cara memberikan kuesioner kepada sebanyak 60 orang siswa sebagai responden dengan bentuk kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 1-5. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t pada taraf  0,05. Sebelumnya instrument dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas serta uji normalitas data. Seluruh pengolahan data menggunakan SPSS release 12 untuk memperoleh hasil yang lebih akurat dan cepat.
Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat korelasi antara peranan internet dengan motivasi belajar siswa yang dibuktikan dengan besarnya nilai koefisien korelasi sebesar 0,874 dengan sig 0,000< 0,05 berarti berkorelasi secara signifikans. Sedangkan, hasil regresi diperoleh koefisien determinasi R2 sebesar 0,763. Nilai koefisien tersebut membuktikan bahwa variable peranan internet berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 76,30%. Koefisien ini menunjukan masih adanya pengaruh dari factor atau variable lain yang tidak diamati dalam penelitian ini, yaitu sebesar 23,70% misalnya sarana prasarana sekolah, buku paket, buku tulis, perpustakaan, sarana olah raga dan lain-lain.
Hasil regresi antara peranan internet dengan motivasi belajar siswa diperoleh persamaan Y= 1,196 + 0,668X masing-masing koefisien regresi memiliki t hitung 6,891 untuk bo pada Sig. 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung koefisien sebesar 13,681 dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05 untuk koefisien bx. Hasil regresi ini menunjukkan terbentuk secara linier. Artinya perubahan (peningkatan) peranan internet dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
Temuan penelitian, yaitu bahwa internet memberikan manfaat positif dalam memotivasi belajar siswa. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan atau referensi penelitian lanjutan.

PENDAHULUAN

Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sangat pesat dan merambah banyak aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Bagaimana media internet dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Internet berawal dari institusi pendidikan dan penelitian di Amerika. Walaupun pada awalnya, penggunaan internet adalah untuk kepentingan bisnis yang dimulai sejak tahun 1995. Jika dibandingkan dengan masyarakat di luar negeri, internet ini sering disosialisasikan dengan bisnis dan entertainment, namun saat ini dunia pendidikan terus memaksimalkan manfaat keberadaan internet.

Internet sebagai salah satu media pembelajaran sangat dibutuhkan saat ini, baik secara langsung sebagai media pembelajaran jarak jauh atau sebagai sarana bagi siswa untuk mencari berbagai sumber inforemasi materi pelajaran yang sedang dipelajari oleh para siswa. Penggunaan media pembelajaran sebagai suplemen pengajaran di kelas, akan efektif dan lebih mudah diterima.
Salah satu media suplemen pembelajaran yang sedang marak dilakukan saat ini adalah internet. Adanya internet merupakan salah satu solusi pamungkas untuk mengatasi masalah-masalah yang dialami dalam dunia pendidikan. Di Indonesia, masalah kelangkaan sumber informasi konvensional (perpustakaan) lebih berat dibandingkan dengan di tempat lain. Pemanfaatan media internet hanya sebagian kecil sekolah yang memiliki sambungannya (Internet Connectivity), tetapi belum seluruhnya sekolah dilengkapi dengan fasilitas Local Area Network (LAN). Untuk memanfaatkan internet perlu dukungan dari para guru dalam memanfaatkan media internet untuk pembelajaran dan juga akan menyatakan kesiapan untuk melengkapi institute pendidikan (sekolah) dengan jaringan LAN dan sambungan internet. Hal ini akan menuntut peran serta peserta didik dan masyarakat umum (orang tua) untuk memanfaatkan media internet.
Menurut Rahardjo (2002) sebagaimana dikutip di situs depdiknas, bahwa manfaat internet bagi pendidikan adalah dapat menjadi akses kepada sumber informasi, akses kepada nara sumber, dan sebagai media kerjasama (pustekkom.depdiknas.go.id). Sehingga penggunaan internet yang intensif dan tepat guna akan mempunyai korelasi yang signifikan terhadap prestasi belajar. Ibrahim (1982) dalam Dubatar (2008) mengatakan bahwa media belajar mampu mebangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar. Fasilitas internet sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar di kalangan siswa sekolah menengah atas sudah mulai diterapkan. Motivasi belajar yang tinggi akan mampu menunjang prestasi siswa. Hal ini dikuatkan oleh hasil penelitian Supartini (2008), bahwa motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar atau prestasi belajar siswa. Selain itu, ternyata internet sebagai media belajar juga mampu merangsang kreativitas seseorang. Menurut Surya (2006) bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan memberikan peluang berkembangnya kreativitas dan kemandirian belajar siswa. Kreativitas sama absahnya seperti intelegensi sebagai prediktor prestasi sekolah (Munandar, 1977).
Strategi pembelajaran yang interaktif dapat menciptakan suasana belajar yang kreatif sehingga guru dapat mengaktualisasikan dirinya dalam proses pembelajaran yang akan diikuti dengan motivasi belajar siswa. Media belajar merupakan konsep pembelajaran yang aktif serta inovatif. Kualitas pembelajaran di kelas dan memaksimalkan materi pelajaran yang disampaikan.
Penggunaan media pembelajaran yang tepat akan dapat memberikan motivasi belajar bagi para siswa. Motivasi belajar dapat diartikan suatu keadaan atau kondisi yang mendorong, merangsang atau menggerakan seseorang untuk belajar sesuatu atau atau melakukan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan.

Motif dan Motivasi Belajar
Motif adalah kekuatan yang memobilisasi dan menyalurkan energi itu sendiri digerakkan oleh suatu keadaan tertentu yang mendorong suatu organisme ke arah keadaan tertentu. Dalam kegiatan proses belajar akan berhasil baik, kalau siswa tekun mengerjakan tugas, ulet dalam memecahkan berbagai masalah dan hambatan secara mandiri. Siswa yang belajar dengan baik tidak akan terjebak pada sesuatu rutinitas dan mekanis, mampu mempertahankan pendapatnya kalau diyakini dan dipandangnya cukup rasional. Bahkan seorang siswa yang memiliki motivasi belajar yang kuat peka dan responsif terhadap berbagai masalah umum, dan memikirkan bagaimana pemencahannya. Diantara ciri orang yang termotivasi adalah cepat bosan dengan tugas-tugas rutin dan tidak cepat puas dengan hasil yang telah didapatkan.(Sadirman, 2000). Sedangkan menurut Frandsen dalam Sadirman (2000) disebutkan bahwa hal yang modorong seseorang untuk belajar diantaranya adalah selalu ingin tahu dan adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan di masa lalu dengan usaha yang lebih keras.
Dalam disiplin ilmu psikologi, motivasi mengacu pada konsep yang digunakan untuk menerangkan kekuatan-kekuatan yang ada dan bekerja pada diri organisme atau individu yang menjadi penggerak dan pengarah tingkah laku individu tersebut untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dengan motivasi, seseorang akan dapat melakukan suatu tindakan. Jika tidak ada motivasi. Maka individu tidak akan dapat mencapai tujuannya. Berikut ini adalah beberapa definisi motivasi dari para ahli antara lain:
”A motive is an iner state that energizes activates, or moves (hence ’motivation’), and that directs or channels behavior toward goals” (Motif adalah keadaan dalam diri yang membangkitkan, mengaktifkan, atau menggerakkan (selanjutnya disebut motivasi), dan mengarahkan atau menyalurkan tingkah laku pada tujuan (Luthan, F., 1981:150).

“Motivation is usually defined as the process by which behaviour is energized and directed”. (Motivasi biasanya didefinisikan sebagai proses yang membangkitkan dan mengarahkan tindakan) (Wexley & Yukl, 1977: 75).

Dari beberapa definisi tersebut, secara umum dapat dikatakan bahwa istilah motivasi ini digunakan untuk menunjukkan pengertian sebagai berikut:
a. Pemberi daya/pembangkit tingkah laku manusia
Konsep ini menunjuk pada suatu kekuatan dalam diri individu (energy) yang mendorong tindakan dengan cara-cara tertentu
b. Pemberi arah pada tingkah laku manusia
Konsep ini menunjuk adanya orientasi/arah tingkah laku pada suatu tujuan.

Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengkaji pengggunaan internet dalam proses pembelajaran. Penggunaan media internet dalam proses pembelajaran khususnya dalam memotivasi siswa, telah dilakukan penelitian oleh Novita riana lubis (2010), dengan judul pengaruh pemanfaatan layanan internet terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA, Negeri 2 Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan internet sangat bermanfaat dalam mendukung proses belajar mengajar,dan adanya pengaruh yang signifikan anatara pemanfaatan layanan internet terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri 2 Medan ditunjukkan oleh Hasil uji t hitung variabel ketersediaan sarana layanan (X) adalah 45,314. Nilai t tabel pada α = 5% untuk uji satu arah, dengan derajat kebebasan (df) = (n – k) yaitu (254 – 1) = 253 yaitu 1,960. Maka variabel pemanfaatan Layanan Internet dinyatakan berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi belajar dengan kriteria thitung > t tabel atau 45,314 > 1,960r = 1,960 pada α = 5%. Pengaruh Pemanfaatan Layanan Internet perpustakan terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri 2 Medan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapatlah diketahui banyak manfaat positif yang dapat diperoleh guru dan siswa dari internet jika digunakan secara bijak dalam proses pembelajaran, khususnya dalam memotivasi belajar siswa. Oleh karena perlu kajian sebagai: ”Pengaruh Peranan Internet Terhadap Motivasi Belajar Siswa”.

B. Rumusan Masalah
Berlandaskan pada uraian latar belakang masalah yang telah diuraikan tersebut di atas, maka beberapa masalah yang menjadi kajian dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah terdapat hubungan dan pengaruh penggunaan media internet dalam meningkatkan motivasi belajar siswa?
2. Seberapa besar pengaruh penggunaan media Internet dalam meningkatkan motivasi belajar siswa?
3. Kendala-kendala apa saja yang dialami dalam memanfaatkan media internet untuk meningkatkan motivasi belajar siswa?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Kajian penelitian ini dengan tujuan: (a) mengetahui ada tidaknya hubungan yang kuat dan positif dari peranan internet dengan motivasi belajar siswa (b) mengetahui seberapa besar pengaruh internet terhadap motivasi belajar siswa.

Selain tujuan yang telah disebutkan, hasil penelitian ini daharapkan dapat bermanfaat, antara lain: (1) memberikan wawasan dan informasi bagi para guru dalam memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran sehingga siswa termotivasi belajar; (b) dapat dijadikan rujukan atau referensi bagi masyarakat, khususnya dunia pendidikan bahwa internet dapat dimanfaatkan secara bijak dan positif dalam memajukan dunia pendidikan.

METODE PENELITIAN

Untuk menjawab permasalahan yang diajukan, dalam penelitian merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan model statitistika kausalitas korelasi dan regresi. Variabel bebas yang digunakan adalah pemanfaatan internet dan variable terikat adalah motivasi belajar siswa. Sebagai responden siswa kelas II sebanyak 60 siswa yang dipilih secara acak sederhana yaitu siswa yang dinyatakan dapat mengoperasionalkan komputer (PC= personal computer), untuk membuktikan hipotesis digunakan model persamaan regresi sederhana Y = a + bX, uji signifikansi dengan uji t.
Berdasarkan model statistic korelasi dan regresi yang digambarkan tersebut di atas, maka hipotesis dalam kajian ini adalah:
Ho : tidak terdapat pengaruh peranan internet terhadap motivasi
belajar siswa
Ha : terdapat pengaruh peranan internet terhadap motivasi belajar siswa

Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t tes pada level signifikansi = 0,05 dengan kriteria pengujian, yaitu: (a) Jika Sig.> 0,05 maka terima Ho: artinya tidak ada pengaruh peranan internet terhadap motivasi belajar siswa; dan (b) Jika Sig. > 0,05 maka Tolak Ho; artinya terdapat pengaruh dari peranan internet terhadap motivasi belajar siswa.
Teknik pengumpulan data berupa kuesioner tertutu dengan menggunakan skala Likert pada 4 skala atribut, yaitu : 1. Sangat Tidak Setuju (STS); 2. Tidak Setuju (TS); 3. Setuju (S) dan 4, Sangat Setuju (SS). Instrumen yang digunakan berdasarkan variable yang diteliti dioperasionalkan sebagai berikut:

Selanjutnya, dari kisi-kisi operasional variable yang diteliti tersebut, dibuat instrumentnya berupa kuesioner dengan model tertutup menggunakan skala Likert pada pilihan jawaban atau atribut 1 – 5.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kajian pengaruh peranan internet dalam motivasi belajar siswa, berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan SPSS dijelaskan sebagai berikut:

1. Pengujian Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan diharuskan memiliki validitas dan reliabilitas agar diperoleh hasil analisis yang akurat, valid dan reliable.

Hasil analisis instrument pengujian validitas dan reliabilitas diperoleh nilai untuk masing-masing butir instrument (Lampiran 4 dan 5), nilai butir instrument dilihat dari nilai Corrected Item Total Corelation (CITC). Untuk validitas dan nilai Alpha Cronbach untuk uji reliabilitas.

Nilai CICT adalah nilai r hitung atau nilai r-product moment untuk masing-masing butir pertanyaan kedua variable yang diteliti. Nilai tersebut dibandingkan dengan nilai r-tabel sebesar 0,207.(Lampiran 8). Untuk seluruh butir pertanyaan kedua variable peranan internet dan motivasi belajar siswa masing-masing berjumlah 10 butir pertanyaan memiliki nilai r hitung atau nilai CICT dan nilai r-Alpha Cronbach lebih besar dari nilai r-tabel. Product moment. Maka hasil uji ini membuktikan bahwa instrument penelitian dinyatakan valid dan reliable.

2. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas data. Analisis regresi membutuhkan syarat yang mengharuskan data berdistribusi normal atau sekurang-kurangnya mendekati normal.
Pengujian normalitas data dilakukan dengan uji Kolmogorov.Smirnov (KS), hasilnya sebagai berikut :
Tabel 2
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Pengujian dengan KS yaitu dilihat dari nilai KS hitung dibandingkan dengan KS tabel. Berdasarkan tabel 2 tersebut di atas diperoleh nilai KS hitung 2,068 > KS tabel 0,175 (Lampiran 9) dengan demikian dapat dinyatakan data kedua variabel berdistribusi normal.

3. Korelasi Peranan Internet dan Motivasi Belajar Siswa
Pengujian korelasi menyatakan kadar hubungan peranan internet terhadap motivasi belajar siswa, diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 3

Sumber: Hasil pengolahan SPSS

Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment pada tabel tersebut di atas, diketahui besarnya nilai koefisien korelasi adalah 0,874 dengan nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini berarti menunjukkan hubungan yang signifikan antara peranan internet dengan motivasi belajar siswa.

4. Regresi Peranan Internet dengan Motivasi Belajar Siswa
Besarnya pengaruh dari peranan internet terhadap motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan nilai koefisien determinasi atau R2 yaitu ditunjukkan dari hasil analisis regresi sebagai berikut:

Tabel 4
Koefisien Determinasi

Sumber : Hasil pengolahan SPSS

Pada tabel tersebut, besarnya nilai koefisien determinasi R2 adalah 0,765 angka tersebut memberikan petunjuk bahwa peranan internet berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 76,50%. Sisanya sebesar 23,50% merupakan variasi atau pengaruh variable lain yang tidak diteliti dalam kajian ini. Misalnya, latar belakang orang tua, kelengkapan sarana belajar seperti buku tulis, buku paket belajar, sarana prasaran sekolah dan lain-lain.

5. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dengan hasil regresi tersebut dilakukan dengan uji t tes, melalui hasil pengolahan data yang dijelaskan pada table coefficient sebagai berikut:
Tabel 5

Sumber: hasil pengolahan SPSS

Pada tabel coefficient tersebut (Tabel 5), diperoleh persamaan regresi dan untuk masing-masing parameter individual variable yang regresi, yaitu
Y = bo +bx
Y = 1,196 + 0,668X

Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan model persamaan regresi sebagai berikut :
a. besarnya koefisien konstanta (bo) = 1,196 dengan nilai t hitung sebesar 6,891 pada nilai Sig.0,000 < 0,05 yang berarti bahwa koefisien signifikan berpengaruh. Nilai bo sebesar 1,196 dapat diartikan bahwa nilai motivasi sebesar 1,196 satuan apabila peranan internet sama dengan Nol.

b. besarnya koefisien regresi variabel peranan internet (bx) = 0,049 dengan nilai t hitung sebesar 13,681 pada nilai Sig.0,000 < 0,05 yang berarti koefisien regresi untuk peranan internet adalah signifikan berpengaruh. Nilai koefisien bx sebesar 0,049 memberikan arti setiap peningkatan peranan internet dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebesar 0,049 satuan.

PEMBAHASAN
Pada masa lalu banyak masyarakat yang beranggapan bahwa sumber belajar hanya dapat diperoleh dari buku, guru, sebagai nara sumber, dan lingkungan sekitar. Namun, saat ini keberadaan internet dapat dimanfaatkan sebegai media yang lebih modern dalam proses pembelajaran dimana, internet memiliki keunggulan antara lain: cakupan informasinya lebih luas, dapat memudahkan peserta didik dan masyarakat pada umumnya untuk mengetahui informasi terkini baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Pada hakekatnya, pembangunan masyarakat yang bersumber daya unggul adalah suatu kegiatan pendidikan informal dan bertujuan untuk mendidik masyarakat agar memiliki perilaku pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang baik untuk melaksanakan pembangunan guna peningkatan taraf kesejahteraan, social, dan ekonomi masyarakat.
Pemanfaatan internet dalam pembelajaran dalam memotivasi belajar siswa memegang peranan penting di dalam melahirkan siswa yang kreatif dan mandiri, dalam arti mampu mengali mencari berbagai materi pelajaran mengembangkan materi yang diterima dari gurunya dalam kelasnya. Adapun beberapa cara/alternative memanfaatkan media internet dalam meningkatkan mutu pendidikan, yaitu:

a. Mengenal/mempelajari internet
Diperlukan dasar pengetahuan tentang internet agar lebih mudah menggunakannya hal ini berguna untuk mengetahui informasi-informasi terkini yang sedang merambah di masyarakat umum, maka kita dapat mempelajarinya melalui media internet karena lebih lengkap, cepat diperoleh, dan sangat terpercaya.

b. Pelatihan ITC
Mengikuti pelatihan-pelatihan ITC yang diadakan oleh instansi tertentu
Pelatihan-pelatiahan ITC dapat mendukung dunia pendidikan, sehingga jaringan pembelajaran online lebih dimanfaatkan dalam pendidikan global. Selain pemanfaatan dalam dunia pendidikan global, pemerintah sendiripun telah mempercepat perancangan millinium development goals yang semula dicanangkan tahun 2020 dipercepat menjadi 2015. miliinium development goals adalah era pasar bebas atau era globalisasi sebagai era persaingan mutu atau kualitas untuk mempertahankan eksistensinya. Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia berkualitas merupakan suatu keniscayaan yang tepat dapat ditawar-tawar lagi. Hal ini mutlak karena akan menjadi penopang utama pembangunan nasional yang mandiri dan berkeadilan, good governance, and clean governance, serta menjadi jalan keluar bagi bangsa Indonesia dari multidimensi krisis, kemiskinan, dan kesenjangan ekonomi.

c. Sekolah Membangun Fasilitas Internet (Lab Internet)
Mengadakan sambungan internet (Internet Connectivity), merupakan suatu usaha mengadakan sambungan internet (Internet Connectivity) di setiap sekolah merupakan tanggung jawab pimpinan lembaga dan pemerintah terkait yang dilandasi dengan kerja sama yang baik.
Dengan adanya lab internet ini, para guru dan siswa dimudahkan dalam upaya pemanfaatan antara lain guru dapat memanfaatkan internet sebagai media belajar atau media komunikasi seperti adanya Think Quest. Pemanfaatan media internet untuk meningkatkan mutu pendidikan secara umum diharpkan langsung dapat mengubah tatanan kehidupan manusia, demikian halnya dalam sistem pendidikan karena sistem pendidikan nasional senantiasa harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi baik di tingkat lokal, nasional, dan global.

Dalam pemanfaatan keberadaan media pembelajaran internet, terdapat kendala-kendala yang dialami dalam oleh kedua belah pihak (guru dan siswa). Beberapa kendala yang dialami dalam memanfaatkan media internet, antara lain:
a. Kurangnya penguasaan bahasa Inggris
Suka atau tidak suka, sebagian informasi di internet tersedia dalam bahasa Inggris, oleh karena itu penguasaan bahasa inggris menjadi salah satu syarat dalam pemanfaatan internet secara optimal.

b. Kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia
Kita sadari bahwa kita semua orang Indonesia akan belajar bahasa inggris. Untuk itu, sumber informasi dalam bahasa Indonesia harus tersedia. Saat ini belum banyak sumber informasi pendidikan yang tersedia dalam bahasa Indonesia. Konsep berbagi (sharing) misalnya mebuat materi pendidikan di internet belum merasuk. Inisiatif langkah seperti itu sudah ada, namun masih kurang bayank.

c. Akses internet masih mahal
Meskipun sudah tersedia, akses internet masih mahal. Namun hal ini diharapkan agar menjadi lebih murah di masa yang akan datang. Mekanisme lain adalah adanya subsidi dari pemerintah untuk instansi pendidikan.

d. Akses internet masih susah diperoleh
Beberapa internet masih belum memiliki jalur telepon yang dapat digunakan untuk mengakses internet. Hal ini merupakan hambatan utama dalam pemanfaatan media internet.

e. Guru belum siap
Guru di Indonesia masih belum siap untuk mengguanakan internet sebagai bagian dari pengajarannya. Padahal guru merupakan salah satu pengguna yang dapat memanfaatkan internet sebaik-baiknya. Salah satu contohnya adalah mancari soal-soal latihan untuk kelasnya. Jika setiap guru di Indonesia membuat dua soal dan menyimpannya di internet, maka ada ribuan atau jutaan soal yang dapat digunakan untuk latihan di kelas.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dibuktikan bahwa internet memiliki pengaruh dalam motivasi belajar siswa, namun perlu disadari masih adanya sejumlah kendala yang harus dihadapi dalam dunia pendidikan seperti yang telah dijelaskan.

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis regresi peranan internet dengan motivasi belajar siswa dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1. Terdapat korelasi antara peranan internet dengan motivasi belajar siswa yang dibuktikan dengan besarnya nilai koefisien korelasi sebesar 0,874 dengan sig 0,000< 0,05 berarti berkorelasi secara signifikans.
2. Hasil regresi diperoleh koefisien determinasi Adjusted R2 sebesar 0,759.Nilai koefisien tersebut membuktikan bahwa variable peranan internet berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 75,90%. Koefisien ini menunjukan masih adanya pengaruh dari factor atau variable lain yang tidak diamati dalam penelitian ini, yaitu sebesar 24,10% misalnya sarana prasarana sekolah, buku paket, buku tulis, perpustakaan, sarana olah raga dan lain-lain.
3. Hasil regresi antara peranan internet dengan motivasi belajar siswa diperoleh persamaan Y= 1,196 + 0,668X masing-masing koefisien regresi memiliki t hitung 6,891 untuk bo pada Sig. 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung koefisien sebesar 13,681 dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05 untuk koefisien bx. Hasil regresi ini menunjukkan terbentuk secara linier. Artinya perubahan (peningkatan) peranan internet dapat meningkatkan motivasi belajar siswa

B. Saran
Bertitik tolak dari uraian penjelasan dan hasil analisis yang telah dijelaskan tersebut, maka beberapa hal dapat direkomendasikan sebagai saran antara lain:
1. Peranan positif internet perlu ditingkat dengan tidak mengabaikan adanya dampak negative
2. Untuk memaksimalkan peranan internet bagi para siswa maka guru perlu memiliki pedoman kerja atau program yang jelas, khususnya bagi guru atau sekolah yang belum memiliki lab interent
3. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan dan perlu dilakukan penelitian lanjutan, hasilnya dengan membandingkan sekolah yang sudah memiliki lab internet dengan sekolah yang belum memiliki lab internet sehingga diperoleh hasil yang komprehensif tentang peranan internet dalam pendidikan, khususnya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Azwar Rhosyied dan Bambang Wijanarko Otok, Analisa Pengaruh Internet sebagai Media Belajar, Motivasi Belajar, dan Kreativitas terhadap Prestasi Belajar Siswa dengan Mengggunakan Structural Equation Modelling (Studi Kasus SMAN 1 Probolinggo), Diunduh dari http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-9307-Paper., 23 Februari 2011.

Cornelius Trihendradi, Step by Step SPSS 13 Analisis Data Statistik, Penerbit ANDI Yogjakarta, 2005, hal.245.

Kuswadi dan Erna Mutiara, Statistik Berbasis Komputer untuk Orang-orang Non Statistik: Cara Mudah dan Cepat Memahami Statitika dan Aplikasinya, Elekmedia Komputindo, Jakarta, 2004, hal.147.

Martinis Yamin dan Bansu I Ansari, Taktik Mengembangkan Kemampuan Individual Siswa, GP, Gaung Persada Press, Jakarta, 2008, hal.148.

Novita Iriana Lubis, Skripsi: Pengaruh Layanan Internet di Perpustakaan terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA Negeri 2 Medan dan pengaruh Layanan Internet terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA Negeri 2 Medan, Sumatera Utara, 2010. http://repository.usu.ac.id/bitstream/Rabu, 23 Februari 2011.

Nurul Wrdhani, Peranan Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa, Makalah disampaikan pada kegiatan Sertifikasi I (Penyertaan Ilmu Kependidikan) yang diselenggarakan oleh Unit Pengembangan Tenaga Kependidikan Lembaga Pendidikan Zakaria Bandung, 2 Juli 2005. Fakultas Psikologi UNPAD, 2005.

http://motivasibelajar.net/pengertian-motivasi-belajar, diunduh Selasa, 22 Februari 2011.

Wahid Sulaeman, Jalan Pintas Menguasai SPSS 10, Penerbit ANDI Yogjakarta, 2002, hal.169.

Sumber Inspirasi Tulisan:
Dari berbagai sumber

One thought on “INTERNET dan MOTIVASI Belajar Siswa

  1. maaf ini hasil penelitian siapa, d bawah naungan lembaga apa atau hanya individual sebagai karya ilmiah dlm menempuh strata tertntu, juga di lakukan d SMK mana serta waktunya kapan. demikian terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s