Guru Fasilitator


Guru Fasilitator

Apa dan Siapa Guru Fasilitator?

Untuk menjadi seorang guru yang diberi predikat sebagai Guru Fasilitator sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa saja, apakah guru senior, atau boleh jadi guru junior yang baru beberapa tahun mengajar. Semua guru dapat menyandang predikat ini asalkan dia memiliki kemauan, dan komitmen tinggi terhadap peran dan tugasnya sebagai seorang pelaksana pembelajaran bagi siswanya.
Sebagai landasan pijak tugas dan peran guru, tidak lain adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecercdasan, ahklak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Menyimak undang-undang tersebut, hakekatnya adalah sebuah tuntutan dan tuntunan yang diharapkan banyak bertumpu pada guru, karenanya pentiug bagi guru untuk memahami hakekat filosofis harapan masyarakat yang tertuang dalam undang-undang tersebut.
Pendidikan harus diawali dengan usaha sadar dan para guru untuk melaksanakan peran dan tugasnya sebagai pelaksana pembelajaran. Dalam hubungan in tuntutan yang harus dipenuhi adalah komitmen untuk mewujudkan proses pembelaj aran yang diinginkan undang-undang tersebut, agar mewujudkan suasana belajar yang aktif agar siswa dapat mengembangkan dirinya sehingga qemiliki kekuatan baik secara spiritual dan mental, serta keterampilannya.
Harapan dan tuntutan tersebut tidak dapat tercapai, manakala guru mengabaikan hal-hal yang harus dan perlu diketahui dan dilaksanakan, khususnya dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Oleh karena itu, peranan guru dalam proses pemebelajaran haruslah berperan sebagai fasilitator. Sebagai fasilitator, guru berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran.

Guru yang baik, dalam artian mampu melaksanakan pembelajaran dengan keberhasilan yang diharapkan oleh guru, siswa dan orangtua (masyarakat) dalam konteks proses pembelajaran. Guru tersebut haruslah dapat berperan sebagai fasilitator. Apa maksudnya?
Guru sebagai fasilitator berarti guru tersehut haruslah memiliki kemampuan bagaimana menggunakan metode student cefltered learning. Dengan metode ini, guru dan siswa akan menemukan “keasyikan” melibatkan dirinya dalam proses pembelajaran. Siswa tidak merasa tertekan, sekaligus memiliki feel to learning. Metode Student centered learning (SCL), Apa ita?, yaitu metode yang dapat mendorong Siswa belajar secara aktif, mandiri dan sekaligus dapat bekerja sama dengan temannya. Beberapa metode yang dapat digunakan dalam kerangka student centered learning antara lain: Metode Inquiry, discussion, collaborative learning, problem solving, practicum, dan lain-lain.

Mempersiapkan Diri Menjadi Guru Fasilitator
Bagaimana Caranya?

Jika kita memimpikan menjadi guru fasilitator, maka peran lama haruslah ditinggalkan dan digantikan dengan peran baru, yaitu guru yang melaksanakan pembelajaran dengan memposisikan diri sebagai “pelayan”. Hal tersebut untuk memudahkan siswa dalam mengikuti dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Sekaligus berperan sebagai agen perubahan (agent of change
). Perubahan tersebut tidak terlepas dari peran profesionalisme menjadi guru fasilitator atau menjadi seorang Learning Manager.
Peran guru sebagai fasilitator membawa konsekuensi terhadap perubahan pola hubungan guru dengan siswa, yang semula bersifat “top-down” menjadi pola kemitraan. Apa itu? Dalam pola bubungan kemitraan, guru bertindak sebagai pendamping belajar siswa, menciptakan suasana belajar demokratis, berperan sebagai coach, konselor, pemimpin, pengarang/sutradara, sekaligus sebagai guru pembelajar. Untuk menjalankan peran guru fasiitator, maka dibutuhkan pengetahuan dan pemahaman tentang prinsip belajar kemitraan.

Belajar haruslah memiliki prinsip Learn fund and grow, bukan malah sebaliknya learn stress, and grow. Sebab dengan terciptanya suasana belajar yang menyenangkan (fun) dapat membantu siswa tumbuh menjadi dirinya sendiri, bukan sebaliknya menjadi robot-robot kecil yang ahli menghafal dan mencatat saja, jika ada perintah dari gurunya.
Pada hakekatnya, siswa adalah individu-individu yang memiliki karakteristik-karakteristik yang dapat dimanfaatkan dan menentukan keberhasilan belajar, walaupun disadari bahwa setiap individu siswa berbeda dalam pencapaian keberhasilan belajarnya, Oleh karena itu, guru dituntut untuk memahami karakteristik tersebut. Pemahaman ini penting karena dengan demikian guru akan memahami pula kebutuhan siswa dalam pembelajaran.

Guru fasilitator untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran secara optimal membutuhkan kompetensi pemahaman azas-azas dalam pembelajaran, pemahaman ini akan mendukung guru dalam melaksanakan aktifitas sebagai fasilitator.

Untuk menjadi Guru Fasilitator memang membutuhkan kemauan diri dan kayakinan yang kuat mewujudkannya. Namun demikian, tidaklah ada salahnya apabila kita mau mencoba dan melakukan perubahan demi memberikan pelayanan pembelajaran yang terbaik bagi siswa.

Selamat mencoba!
Mohon maaf bila tulisan ini masih belum tuntas, memang sedang dalam konsep untuk jadikan buku karangan saya.

Salam Guru Indonesia,
Ir. Siswandi AN, MM.

One thought on “Guru Fasilitator

  1. Thank you for any other magnificent article. The place else may just anybody
    get that type of information in such an ideal approach of writing?
    I’ve a presentation next week, and I’m at the look for
    such info.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s