JOR-JORAN PAMER EMOSI DI MEDIA MASA SOSIAL


JOR-JORan PAMER EMOSI…dan tiba2 menjadi EXTROVERT, Membangun CITRA dan SHOW Of FORCE:
“Tadi di rumah yg baru pindah di Pondok Indah, gw gak sengaja nyenggol pegangan tangga yg baru di cat. Sekarang tas GUCCI gw ternoda, deh! Sebel banget!”

“Tadi pas gw mo ke Showroom Avanza di Pondok Indah Mall,…sebel deh!, Cari parkir YARIS Gw …penuh banget!.

Kita tidak menyadari bahwa kita telah berlaku PAMER EMOSI yang berlebihan dan menjadikan media tersebut seolah seperti “sampah”…status atau tweet kita.

Media sosial FB n Tweet bukan DIARY yg sifatnya PRIVATE tuk dikomunikasikan ke FB N TWEET scra VULGAR. So ketika “PERBARUI STATUS TERPIKIRKAN” tuk anda publikasikan…BE SELECTIVE!!. Media komunikasi memiliki fungsi yg sama dengan sarana sosialisasi OFFLINE, So terkoneksi pada media sosial sebenarnya kita sedang menghubungkan DIRI KITA dengan RANAH PUBLIK. Sayangnya kita LUPA ketika, bahwa jika kita sedang bicara di media sosial, SESUNGGUHNYA kita sedang melakukkan ORASI di hadapan publik.

Fenomena PAMER EMOSI: marah, sedih, bahagia, merupakan dinamika baru yg muncul mengiringi lahirnya teknologi. Sekarang ini dampak dari media sosial baru terasa, yaitu munculnya “INTIMATE DISPLAY OF AFFECTION” atau Ekspresi berlebihan di media sosial” (Enda Nasution, Femina 2011). (Seperti Penyakit…ya??). Katanya, dari hari ke hari kita menjadi BEGITU TERGODA untuk OUTSPOKEN ketika berinteraksi di media sosial. Perasaan apapun dan kapan pun diumbar, tanpa peduli orang yg membaca bisa terganggu karenanya.
Sebagai individu yg toleran tentu kita perlu memikirkan dg cermat dampak yg dirasakan follower di tweeter atau teman di FB. Apakah mereka akan prihatin, simpati, atau malah sebal dengan komentar yang kita tuliskan. Prinsip dasar komunikasi, anda tidak dapat menarik apa yg sudah dikatakan, meski ada opsi DELET, sesungguhnya apa yang kita katakan di Tweet atau Fb sifatnya PERMANEN. Tweet atau Status Kita sudah DILIHAT atau mungkin di RETWEET oleh Follower, dan mereka akan mengingatnya!!.

SALAH2 status kita atau tweet kita menjadi Barang Bukti tersandung dalam Pelanggara Undang2 ITE. SO BE CAREFULL??

Salam,

Sumber Inspirasi Tulisan: Femina 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s