Wahai Pendamba


dipersimpangan pun tak ada kata benci,
hanya seulas senyum walau itu lirih

terkadang langkah harus sehati sanubari,
ketika dipersimpangan sepi,
karena disurutnya gemuruhpun tiada arti.

disetiap arah mata angin pun, gemuruh kan mengikuti,
bagi pendamba sejati tak’kan mengejarnya…berlari,
karena tahu gemuruh kan surut, berlalu sepi…

pilihan, keteguhan menemukan kesabarannya bersama illahi,
ia pendamba sejati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s