FILOSOFI PEMBELAJARAN


     Dalam dunia pendidikan, khususnya dalam masalah pembelajaran memahami filosofi pembelajaran menjadikan hal yang sangat penting. Filosofi itu sendiri berasal dari kata Filsafat. Menurut Suyitno (2009:6-7), Filosofis, berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas suku kata philein/philos yang artinya cinta dan sophos/Sophia yang artinya kebijaksanaan, hikmah, ilmu, kebenaran. Secara maknawi filsafat dimaknai sebagai suatu pengetahuan yang mencoba untuk memahami hakikat segala sesuatu untuk mencapai kebenaran atau kebijaksanaan.

Hubungan antara filsafat dan teori pendidikan sangatlah penting sebab ia menjadi dasar, arah dan pedoman suatu sistem pendidikan. Sedangkan, Filsafat pendidikan merupakan aktivitas pemikiran teratur yang menjadikan filsafat sebagai medianya untuk menyusun proses pendidikan, menyelaraskan dan mengharmoniskan serta menerangkan nilai-nilai dan tujuan yang ingin di capai.[1]

Berdasarkan uraian tersebut, maka jelaslah bahwa untuk melaksanakan dan ketercapaian tujuan pendidikan dan pembelajaran dibutuhkan pemahaman hakikat yang akan diajarkan kepada peserta didik. Sebagai manusia, peserta didik merupakan individu yang tersendiri dengan segala kondisi kejiwaan yang ada padanya. Secara garis besar maka pendidikan dapat disebutkan sebagai praktek, yaitu seperangkat kegiatan atau aktivitas yang dapat diamati dan didasari dengan tujuan untuk membantu pihak lain (peserta didik) agar memperoleh perubahan perilaku.[2]

Dengan demikian, landasan filosofis pendidikan sebagai hasil studi pendidikan tersebut, dapat dijadikan titik tolak dalam rangka studi pendidikan yang bersifat filsafiah, yaitu pendekatan yang lebih komprehensif, spekulatif, dan normatif. [3]

Oleh sebab itu, sebelum melaksanakan pendidikan, para pendidik perlu terlebih dahulu memperkokoh landasan pendidikannya. Mengingat hakikat pendidikan adalah humanisasi, yaitu upaya memanusiakan manusia, maka para pendidik perlu memahami hakikat manusia sebagai salah satu landasannya. Konsep hakikat manusia yang dianut pendidik akan berimplikasi terhadap konsep dan praktek pendidikannya.[4]

Selanjutnya, dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut dalam praktek pembelajaran, seorang guru membutuhkan seperangkat alat-alat pembelajaran. Pembelajaran akan dapat dilaksanakan secara mantap, jelas arah tujuannya, relevan isi kurikulumnya, serta efektif dan efisien metode atau cara-cara pelaksanaannya hanya apabila dilaksanakan dengan mengacu pada suatu landasan yang kokoh.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dalam rangka melaksanakan pembelajaran di kelas, seorang guru perlu memahami hal-hal sebagai berikut:

  1. Bagaimana seharusnya siswa belajar di sekolah
  2. Bagaimana seharusnya guru mengajar di sekolah
  3. Bagaimana seharusnya bahan ajar atau materi pembelajaran disampaikan
  4. Bagaimana pembelajaran yang baik, dengan strategi dan metode apa guru menyampaikan pembelajaran

Demikain, semoga bermanfaat

 

Gandul, Cinere; Kamis, 9 Mei 2013

SUMBER BACAAN


[2] Uyoh Sadullo, Pengantar Filsafat Pendidikan, Media Iptek, Bandung, 1994, hal.63.

[3] Suyitno, Landasan Filosofi Pendidikan, Universitas Terbuka, Fakultas Pendidikan, Jakarta, 2009;hal.8

[4]. Ibid, Suyitno, 2009:hal.1.

 

cover ptk 22DSC06459

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s